KM Putri Ayu tenggelam di perairan Maluku
Berdasarkan data, penumpang KM Putri ayu berjumlah 29 orang tapi diperkirakan menjadi ratusan orang lewat jalur ilegal.
KM Putri Ayu, kapal berpenumpang tujuan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Maluku, tenggelam di perairan Pulau Tiga, Kabupaten Maluku Tengah. Saat ini upaya penyelamatan terhadap penumpang masih dilakukan oleh petugas dan masyarakat di pesisir Kecamatan Leihitu dan Leihitu Barat, Pulau Ambon.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Kifly Wakanno, membenarkan musibah tenggelamnya KM Putri Ayu di perairan Pulau Tiga, Ambon. "Peristiwa tenggelamnya KM Putri Ayu terjadi pada hari Minggu dini hari," kata Kifly seperti yang dilansir Antara, Minggu (17/6). Pihaknya sedang berkoordinasi dengan warga Asilulu, Kecamatan Leihitu Barat yang diinformasikan penumpangnya ada yang menyelamatkan diri ke sana.
Berdasarkan data, penumpang kapal yang dinahkodai Ayah itu berjumlah 29 orang, tetapi diperkirakan jumlah penumpang meningkat menjadi ratusan orang karena banyak yang naik tidak resmi. Kapal yang dinahkodai Ayah tersebut selain mengangkut penumpang juga mengangkut sembako, bahan bangunan, seperti semen dan besi, yang dilaporkan berjumlah 39 ton.
Kapal motor dengan bobot GT 73 Ton itu berangkat dari Pelabuhan Slamet Riyadi Kota Ambon, Sabtu sekitar pukul 22.00 WIT. Dua jam perjalanan kapal dihantam gelombang besar, sehingga menyebabkan mesin kapal mati dan badan kapal pecah sehingga kapal tenggelam.
Kepala Kantor SAR Ambon, Dody Hariyanto mengakui adanya kecelakaan kapal motor yang terjadi di Pulau Tiga, Ambon itu. Tapi dia belum mengetahui nasib para penumpang kapal tersebut. "Kami mendapatkan laporan kapal yang menuju Buru Selatan tenggelam di sekitar perairan Pulau Ambon, kalau informasi itu benar kami langsung melakukan operasi SAR," ujarnya.(mdk/did)