Kisah Wenny, 10 tahun pisah dengan orang tua karena Tsunami Aceh
Bagaimana kisah Wenny, berikut ini cerita yang dirangkum merdeka.com:
Kemarin ada kisah mengharukan di Aceh. Wenny (14) seorang anak yang terpisah 10 tahun dengan orangtuanya saat bencana tsunami kini kembali ke pangkuan ibunya. Seorang gadis bernama Wenni (14) berpisah dengan orangtuanya selama 10 tahun karena kampungnya dilanda tsunami pada 26 Desember 2004. Setelah berpisah akhirnya dia bertemu kembali dengan kedua orangtuanya Jamaliah dan Septi Rangkuti. Wenni berpisah dengan orangtuanya saat berumur 4 tahun. Saat tsunami menghantam, tangannya terlepas dari tangan Ibunya. Sekian lama dicari tetap tidak ketemu, akhirnya ibu dan ayahnya memutuskan pindah ke Desa Tarigonan, Kecamatan Ulubarungun, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara. Selama 10 tahun, setelah berpisah dengan ibunya, Wenny tinggal bersama seorang nenek, Maryam, asal Desa Pulo Kayu, Kecamatan Susoh, Abdya. Kemudian keduanya tinggal di Lorong Kangkung, Desa Pangong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Jamaliah baru mengetahui anaknya selamat sekitar sebulan lalu yang diasuh oleh seorang nenek Maryam di Aceh Barat Daya. Jamaliah mengaku mengetahui informasi tersebut dari abangnya, Zainuddin yang melihat Wenni mirip dengan keponakannya yang hilang saat Aceh tsunami. Saat ini Wenni sudah dijemput oleh kedua orang tuanya setelah duduk musyawarah dengan perangkat desa setempat. Saat ini Wenni masih bersama kedua orang tuanya di Blang Pidie, Kabupaten Abdya di rumah abang Jamaliah.
Padahal dia sudah dianggap meninggal oleh kedua orang tuanya sesaat setelah tsunami menerjang Aceh pada 26 Desember 2004.
Bagaimana kisah Wenny, berikut ini cerita yang dirangkum merdeka.com:Berpisah karena Tsunami
Rauzatujannah, itulah nama asli Wenny yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Saat gempa terjadi, mereka keluar dari rumah dengan menggunakan sepeda motor. Wenny dan abangnya yang tertua bernama Aris Pratama duduk di depan motor dan Zahri duduk di tengah-tengah di belakang.
Tiba-tiba setelah gempa air laut tiba dengan gelombang dahsyat. Awalnya suaminya berhasil menyelamatkan Wenni dan Aris Pratama dengan beberapa potong papan dan kayu yang ikut hanyut saat gelombang tsunami tiba. Suaminya menaikkan Wenny dan Aris ke atas kayu dan mulanya selamat.
Namun secara tiba-tiba, kisah Jamaliah, air laut surut dengan tajam dan saat itulah Wenny terlepas dari tangan ayahnya. Demikian juga dengan Aris Pratama ikut terseret arus ke laut dan seketika hilang tanpa jejak kedua anaknya itu dan ayahnya tak kuasa untuk menangkap kedua anaknya yang terseret arus tersebut.
Saat tsunami Aceh, Wenni terseret sampai ke Pulau Banyak, Nias. Namun sempat diselamatkan oleh seorang nelayan bernama Bustamil dan Wenni kemudian diasuh oleh Nenek Maryam.Saat berpisah Wenni masih berumur 4 tahun
Wenny diasuh oleh seorang Nenek
Ditemukan oleh paman karena ingat wajah Wenni
"Waktu pulang sekolah, abang saya lihat Wenni mirip saya, jadi curiga dan lantas abang coba selidiki, ternyata pengakuan bunda yang mengasuh Wenni menyebutkan Wenni yatim piatu korban tsunami," kata Jamaliah, Kamis (7/8).Dijemput melalui musyawarah desa