LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah Warga Karangklesem Purwokerto Sedekah Jelantah & Rongsok Bantu Keluarga Miskin

Minyak jelantah dan rongsok sumbangan warga ini kemudian dijual ke pengepul dan hasilnya digunakan untuk memberikan bantuan kepada warga miskin yang membutuhkan bantuan.

2021-09-10 15:42:56
Cerita Inspiratif
Advertisement

Kisah warga di lingkungan RW 05 Kelurahan Karangklesem, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini sungguh inspiratif. Di tengah kondisi pandemi, warga yang dipelopori oleh sang ketua RW masih mampu saling berbagi kepada warga yang tidak mampu.

Aksi sosial yang dilakukan juga tergolong unik dan tidak membebani warga lain. Sang Ketua RW, Sidik Fathoni menginisiasi membuat program Sedekah Jelantah dan Rongsok dari warga. Minyak jelantah dan rongsok sumbangan warga ini kemudian dijual ke pengepul dan hasilnya digunakan untuk memberikan bantuan kepada warga miskin yang membutuhkan bantuan.

"Kegiatan untuk membantu warga yang terkena Covid-19 ini dilaksanakan sejak bulan April 2020. Awalnya masih menggandeng donatur namun sejak akhir bulan Mei 2020, Kami menggunakan model sedekah jelantah dan rongsok," ujar Ketua RW 05 Kelurahan Karangklesem, Sidiq Fathoni.

Advertisement

Ketua RW 05 Karangklesem Sidik Fathoni dan pengurus membagikan bantuan kepada warga©2021 Merdeka.com

Alumni Fakultas Hukum Unsoed ini sejak terpilih menjadi ketua RW memang memiliki banyak program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya membantu warga di lingkungannya yang tidak mampu dan terdampak pandemi Covid. Selain untuk membantu warga, program ini juga dimaksudkan untuk mengubah kebiasaan warga sekitar yang kerap membuang minyak jelantah maupun sampah rongsokan.

Advertisement

Dengan model sedekah jelantah dan rongsok maka warga bisa ikut berkontribusi membantu tetangganya yang tidak mampu sekaligus bisa mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan.

"Kami awalnya beli botol ukuran 1,5 liter pada tukang rongsok. Stikernya kami buang, kami ganti dengan stiker Sedekah Jelantah. Botol itu lalu ditaruh di dapur warga. Mereka akan mengisi minyak jelantah yang sudah tidak digunakan lalu kalau sudah penuh disetorkan kepada kami. Dengan begitu maka minyak jelantah yang tadinya dibuang menjadi memiliki nilai jual," ujarnya.

Selain botol untuk menampung minyak jelantah, pengurus juga membagikan karung kepada warga. Karung ini sebagai tempat warga mengumpulkan sampah plastik dan rongsok. Jika sudah penuh, warga tinggal menghubungi pengurus Sedekah Jelantah dan Rongsok untuk kemudian ditimbang.

Bantuan kepada warga yang membutuhkan dari Sedekah Jelantah dan Rongsok©2021 Merdeka.com

Ketekunan pengurus Sedekah Jelantah dan Rongsok akhirnya membuahkan hasil. Bahkan warga di luar wilayah RW 05 pun ikut dalam program ini karena dinilai sangat bermanfaat.

"Awalnya, hanya tiga sampai empat jeriken per bulan, masing-masing berkapasitas 18 liter. Namun sekarang bisa mencapai tujuh hingga delapan jeriken per bulan karena warga di luar lingkungan RW 05 juga ikut berpartisipasi," kata pria 34 tahun ini.

Lebih lanjut, Fathoni mengatakan jelantah yang telah terkumpul tersebut selanjutnya dijual ke pengepul di Klaten dengan harga Rp100.000 per jeriken. Minyak jelantah tersebut nantinya akan diolah menjadi biodiesel pada salah satu industri di Surabaya.

Uang hasil penjualan jelantah tersebut digabungkan dengan uang hasil penjualan rongsok maupun kegiatan lainnya dan selanjutnya digunakan untuk membantu warga yang terkena Covid-19.

Bantuan kepada warga yang membutuhkan dari Sedekah Jelantah dan Rongsok©2021 Merdeka.com

"Selain melalui Sedekah Jelantah, kami ada sumber dana lain, yakni Sedekah Rongsok, Sedekah Kotak dengan menempatkan kotak amal di warung-warung warga RW 05, Sedekah Insidental, dan Sedekah Rutin. Tapi penopang terbesar saat ini adalah Sedekah Jelantah dan Sedekah Rongsok," katanya.

Menurut Toni, sejak Program Wadaskelir05_Berbagi April 2020 sampai dengan Juni 2021 sudah merealisasikan dana senilai Rp47,5 juta. Dana tersebut telah disalurkan kepada 373 penerima manfaat yang dilakukan selama 14 tahap.

Jelantah Hasil Sedekah Warga RW05 Karangklesem©2021 Merdeka.com

Hingga saat ini ada sekitar 35 warga RW 05 Kelurahan Karangklesem yang terkena Covid-19 dan mereka telah mendapatkan bantuan dari hasil penjualan jelantah maupun rongsok tersebut. "Saya pastikan semua warga RW 05 yang terkena Covid-19 mendapat bantuan yang nilainya sama persis dengan Jaring Pengaman Sosial Kabupaten Banyumas sebesar Rp200 ribu per orang," katanya.

Salah seorang warga RW 05 Kelurahan Karangklesem, Amsiyati mengaku senang dengan adanya kegiatan Sedekah Jelantah ini. Menurutnya dengan adanya sedekah jelantah ini secara tidak langsung dirinya turut membantu warga yang tidak mampu tetapi dengan hal sangat sederhana. Dia pun tidak perlu dipusingkan kemana harus membuang minyak jelantahnya.

Rongsok Hasil Sedekah Warga RW05 Karangklesem©2021 Merdeka.com

"Dengan disetorkan untuk Sedekah Jelantah, selain tidak mengotori lingkungan, juga dapat membantu warga yang terkena Covid-19," katanya.

Baca juga:
Cerita Pria Bertato Dulu di Jalanan, Kini Jualan Daun Pisang Ingin Bahagiakan Ortu
Kisah Sukses Tukang Cukur Jadi Miliuner, Kini Punya 400 Mobil Mewah
Kisah Amin, Petani Disabilitas Juragan Kopi Tledok Khas Magelang
Keren, Begini Cerita Gadis Asal Probolinggo Hafal 30 Juz Alquran dalam Delapan Bulan
Cerita Mantan Sopir Pribadi jadi Tentara, 11 Kali Gagal, Lulus Didatangi Pejabat
Pria Jogja Ini Jadi Miliarder dari Susu Sapi Perah, Omzet hingga Rp5 Miliar per Bulan

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.