Kisah tragis si cantik Olivia dan Nissan Juke
Orang tua Olivia mempolisikan Nissan Group. Mereka menilai ada kejanggalan kecelakaan maut tersebut.
Jam menunjukkan pukul 02.30 WIB, Sabtu (10/3). Olivia Dewi mengemudikan mobil Nissan Juke hitam B 60 GOH miliknya di Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Gadis 17 tahun itu melaju dengan kecepatan tinggi melintasi jalan yang sepi. Di sebelahnya ada Joy Sebastian, kawan yang menemaninya di akhir pekan itu.
Tidak ada yang menyangka itu akan menjadi malam terakhir untuk Olivia. Tapi takdir memang sudah tercatat rapi. Olivia yang melaju kencang kehilangan kendali. Mobilnya oleng dan menabrak reklame di depan Wisma Nugra Santana. Saking kerasnya, mobil hancur berantakan.
Ban mobil terlempar 22 meter sementara lampu kanan terlempar hingga 17 meter. Akibat kecelakaan, timbul percikan api. Joy bisa segera dikeluarkan petugas dan dilarikan ke RS Gading Pluit. Namun Olivia bernasib nahas. Mantan gadis sampul majalah remaja ini terjepit badan kendaraan.
Percikan api dari mesin mulai membesar. Dalam waktu singkat api membakar habis mobil tersebut. Petugas kepolisian di lokasi sempat berusaha memadamkan api dengan meminjam alat pemadam kebakaran milik Wisma Nugra Santana. Namun tidak berhasil. Polisi akhirnya terpaksa memanggil dua unit mobil pemadam kebakaran.
Api berhasil dipadamkan pukul 04.00 WIB. Namun jenazah Olivia masih tidak bisa dikeluarkan. Tubuh gadis malang itu hangus terbakar dalam mobil. Petugas masih menunggu bara api dingin untuk memotong-motong kendaraan.
"Prosesnya sulit sekali," ujar Kasubdit Gakum Polda Metro Jaya AKBP Darmanto kepada merdeka.com, waktu itu.
Baru pukul 05.30 WIB, jenazah Olivia bisa dikeluarkan dan dibawa ke RSCM. Sekitar pukul 08.00 WIB, keluarga Olivia datang ke RSCM. mereka mempersiapkan untuk membawa jenazah Olivia itu ke rumah duka di RS Darmais. Para pelayat dan teman Olivia terus berdatangan ke rumah duka. Ucapan bela sungkawa terus mengalir lewat twitter.
Jenazah Olivia baru dimakamkan Senin (12/3) di pemakaman elite San Diego Hils. Di pinggir Kota Jakarta, di tengah rerumputan yang hijau, gadis cantik ini beristirahat.
Polisi terus mengusut kasus ini. Bahkan ahli kendaraan dari Jepang sengaja didatangkan untuk menyelidiki kecelakaan maut ini.
Pihak Nissan mengaku telah bekerja sama dengan polisi untuk mengusut kasus ini. Mereka belum bisa menyampaikan penyebab kecelakaan. Namun mereka yakin kasus Olivia ini tidak akan berpengaruh pada penjualan mereka.
Akhirnya, polisi menutup kasus kecelakaan Olivia. Polda Metro Jaya telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kecelakaan yang menimpa Olivia Dewi saat mengendarai Nissan Juke bulan lalu. SP3 itu ditanda tangani oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantyas.
"Kasus itu sudah ditutup karena tidak cukup bukti dan tersangka sekaligus korban sudah meninggal," kata Dwi Sigit di Jakarta, Kamis (12/4).
Namun keluarga Olivia tidak puas. Mereka melaporkan Nissan ke polisi terkait kecelakaan yang menimpa putri mereka ini. Laporan diterima Sentra Pelayanan Kepolisian dengan nomor LP/1231/IV/2012/Ditreskrimum.
Ayah Olivia, Soerijo Gondo menjelaskan alasannya melaporkan Nissan Group ke polisi. Menurut dia, ada yang janggal dalam peristiwa nahas tersebut. Berdasarkan informasi yang dia telusuri, ternyata Nissan Juke mengalami penarikan (recall) di beberapa negara.
Saat itu, Nissan Juke dengan tipe mesin MR16DDT ditarik dari pasaran lantaran dianggap cacat produksi. Ternyata kecelakaan juga terjadi pada Nissan Juke tipe mesin HR15DE yang dikendarai Olivia.
"Ini tidak lazim karena saya pakai yang tipe 15. Saya tidak tahu penyebab percikan api itu apa, itu kami serahkan ke polisi," Gondo.
"Keluarga melihat pada saat kecelakaan air bag tidak keluar dan pintunya juga terkunci tidak bisa dibuka," kata Soerijo.
Kasus kecelakaan maut ini pun dibuka kembali. Seperti apa kelanjutannya?(mdk/ian)