Kisah Soleman, Pemanjat Tiang Bendera Karena Tali Putus saat Upacara HUT RI di Sumba
Tak ingin upacara batal, dia bergegas ke arah tiang dan mencoba memanjat tiang yang terbuat dari bambu itu. Karena licin, dia beberapa kali merosot. Dia tetap berusaha meraih tali yang kusut. Bahkan teman-temannya yang berada di bawah ikut membantunya dengan melemparkan handuk untuk dia gunakan mengelap tiang bendera.
Momen menegangkan mewarnai detik-detik peringatan Hari Kemerdekaan ke 76 Republik Indonesia, di Lapangan Pengadurade, Desa Ubu Pede, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Saat itu, tali pengait bendera putus tiba-tiba saja putus.
Upacara dipimpin Camat Loli, Samuel L. Manupele. dengan perwira upacara Serda Samuel Lili Kalli dan komandan upacara, Serda Fathurrahman. Kegiatan dimulai pukul 08.00 Wita
Ketika petugas pengibar bendera sedang mengerek sang Merah Putih ke atas tiang, tiba-tiba talinya terputus. Melihat kejadian itu, Soleman Sairo (29), kepala urusan (Kaur) Desa Beradolu, di Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, sigap membantu.
Dia menceritakan. Pada momen itu sebenarnya dia sedang menutup mata seraya berdoa untuk kelancaran upacara. Sesaat setelahnya, ketika membuka mata, Soleman melihat tali pengait bendera putus dan bendera telah jatuh ke tanah.
Tak ingin upacara batal, dia bergegas ke arah tiang dan mencoba memanjat tiang yang terbuat dari bambu itu.
"Lihat kejadian itu saya langsung jatuh air mata. Sehingga saya langsung panjat tiang dan sampai di pertengahan, saya sedikit kewalahan karena tiangnya licin," ujarnya melalui telepon, Selasa (17/8).
Tetapi Soleman tidak putus asa. Terus mencoba meski tiang yang licin membuatnya beberapa kali merosot. Dia berusaha meraih tali yang kusut. Bahkan teman-temannya yang berada di bawah ikut membantunya dengan melemparkan handuk untuk dia gunakan mengelap tiang bendera.
Berdoa Sampai ke Puncak
Seperti api berkobar. Begitulah semangat Soleman pagi tadi. Warga Dusun Tiga, Kampung Golukadamu, Desa Beradolu itu terus berusaha untuk mencapai puncak tiang yang terus bergoyang dan miring, akibat menopang badannya.
"Di atas tiang bendera saya berdoa, ya Tuhan semoga saya bisa sampai puncak untuk ambil talinya, biar upacara bendera tetap dilaksanakan," jelasnya.
Soleman berhasil. Tanganya bisa meraih tali di ujung tiang. Secepat mungkin ditarik ke bawah untuk diberikan ke sejumlah orang yang sudah menunggu di pangkal tiang. Sementara sejumlah orang lainnya menahan kemiringan bambu.
Berkat keberanian Soleman Sairo. Bendera bisa kembali diikatkan ke tali oleh pasukan pengibar bendera. Peringatan detik-detik kemerdekaan ke 76 Republik Indonesia, kembali dilanjutkan dengan khidmat hingga selesai.
Baca juga:
Cerita Lukisan Bendera Merah Putih yang Dibuat SBY Kurang dari 24 Jam
Ribuan Kader PDIP Hadiri Upacara Perayaan HUT ke-76 RI secara Virtual
Pesan Gubernur BI di HUT ke-76 RI: Indonesia Tangguh dan Kita akan Terus Pulih
Semangat Anak-Anak Pesisir Gelar Upacara HUT ke-76 RI
Dukung Nakes, Peserta Upacara 17 Agustus di RSI Banjarnegara Pakai APD Lengkap
Keceriaan Anak-Anak Merayakan Kemerdekaan di Tengah Pandemi