Kisah Satu Keluarga Meninggal saat Glamping di Temanggung, Sosok Ali Punya Anak Berprestasi
Kakak kandung Ali Munawar, Arkhanudin mengatakan, ke dua anaknya yaitu Bagas dan Alvino juga dikenal sebagai pemuda yang baik, ceria, dan berprestasi.
Keluarga besar mengenal mendiang Muhammad Ali Munawar orangtua yang penuh tanggung jawab dan sayang terhadap keluargannya. Hal tersebut terbukti ke dua anaknya punya bakat yang berbeda di bidang fotografer dan prestasi olahraga taekwondo.
Kakak kandung Ali Munawar, Arkhanudin mengatakan, ke dua anaknya yaitu Bagas dan Alvino juga dikenal sebagai pemuda yang baik, ceria, dan berprestasi. Bahka orangtuanya sempat bangga ketika anak pertama yang bernama Bagas Amar Hakiki (21) diterima menjadi fotografer di Keraton Yogyakarta setelah sebelumnya ia sempat magang di Keraton Yogyakarta.
"Bagas itu keterima fotografer kraton Yogya diambil. Jadi kalau ada kegiatan kraton dia yang foto-foto.Toh kuliahnya hampir selesai kurang skripsi saja," kata Arkhanudin.
Sedangkan selama ini, ia tercatat sebagai mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Fakultas Sastra Prancis. Bagas juga merupakan alumni siswa SMA Negeri 1 Salatiga, yang menorehkan segudang prestasi. Ia juga dikenal sebagai kawan yang ramah, supel, ceria, dan suka membantu kawannya.
"Bagas itu lumayan prestasi akademiknya," ujarnya.
Tak hanya Bagas, adiknya Alvino juga dikenal sebagai sosok yang sama dengan sang kakak. Siswa Kelas 10 di SMA Negeri 1 Salatiga itu juga selalu ikut kejuaraan taekwondo di kota-kota mewakili sekolahnya.
Bahkan karena Ali perhatian kepada anaknya, ia rela menemani ketika mengikuti kejuaraan taekwondo di luar kota seperti di Bali. "Itu sosok ayah yang dekat dengan anaknya dan perhatian. Ikut kejuaraan olahraga saja ditemani," jelasnya.
Ali Mengajarkan Tanggung Jawab
Sebagai orangtua, Ali mengajarkan tanggung jawab kepada anak. Hal itu terbukti tidak membiarkan anaknya berangkat sekolah naik motor sendiri mengingat belum punya surat izin mengemudi.
"Jadi tak mengizinkan anak berangkat sekolah naik motor. Dia meminta anak berangkat naik angkot sesekali diantar kadang dijemput oleh bapaknya," ujarnya.
Ali Munawar diketahui bersama keluarga tinggal sehari-hari di wilayah Temenggungan, Kelurahan Panjang, Ambarawa, Kabupaten Semarang, namun setiap akhir pekan mereka pulang ke Desa Kebumen, Banyubiru, Kabupaten Semarang.
"Dermawan sekali, mereka baik sama keluarga, sama tetangga juga baik, ramah orangnya. Bahkan karyawan mereka itu kebanyakan dari warga desa. Jadi banyak yang kehilangan dengan kepergian Ali Munawar bersama keluarganya ini," jelasnya.
Terkait alasan kenapa, almarhum tidak disemayamkan di rumahnya. Karena pihak keluarga diminta oleh kepolisian untuk rumah Ali yang setiap hari dihuni tidak boleh dimasuki dulu.
"Katanya disterilkan dulu dan masih dalam pengawasan polisi. Makanya jenasah di semayamkan di Banyubiru. Toh di Banyuburu juga setiap akhir pekan selalu dihuni oleh Ali. Itu kan rumah keluarga orangtua," jelasnya.
Ke empat jenazah satu keluarga yang meninggal di Posong, Temanggung itu kemudian dibawa ke pemakaman di desa Ali Munawar berasal, yaitu Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorogeni, di Dusun Bendosari, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Dimakamkan di Lokasi yang Sama
Keempat jenazah keluarga itu dimakamkan di lokasi pemakaman yang sama, dengan empat liang lahat disiapkan di lahan pemakaman Sorogeni, Banyubiru, Kabupaten Semarang dengan jarak berdekatan.
Meski tidak berjejer untuk liang lahat jenazah satu keluarga itu, pihak keluarga menyiapkan pemakaman yang layak bagi Ali Munawar dan keluarganya.
Teman Alfino, Siena juga mengaku Alvino anak yang berprestasi, ia bahkan tercatat sebagai atlet taekwondo di Kabupaten Semarang. Selain itu, Alvino juga merupakan anak yang mudah bergaul dengan siapapun di sekolah.
"Gampang bergaul, baik sekali Alvino ke kami, jadi sedih sekali Alvino harus pergi secepat ini," ungkapnya kembali.
Siena juga mengaku tak ada firasat apapun saat Alvino membalas chatnya di aplikasi WhatsApp, dia juga tidak menyangka percakapannya dengan Alvino pada Selasa malam itu jadi komunikasi terakhir mereka, karena Alvino ditemukan meninggal dunia bersama keluarganya di camping mereka bermalam.
"Sedih sekali ya kak, tidak ada firasat apapun, kehilangan sekali dia itu sosok yang baik sekali, dan saya tidak menyangka WA itu jadi obrolan kami terakhir," ujar Siena sedih.
Hingga saat ini, hasil pemeriksaan dan otopsi dari keempat jenazah satu keluarga masih dalam proses penyelesaian oleh pihak kepolisian.