Kisah penyair Al Khansa, ibunda para syuhada di perang salib
Mendengar kabar anak-anaknya terbunuh, Al Khansa tidak merasa sedih.
Al Khansa dikenal sebagai ibunda para syuhada yang bernama Tumadhir binti Amr bin Al Harits bin Syarid. Ia adalah seorang penyair wanita yang andal pada masa Jahiliah. Banyak sudah syair yang lahir darinya, apalagi setelah ia kehilangan saudaranya bernama Shakhr.
Setelah Islam datang, Al Khansa menghadap Rasulullah SAW untuk menyatakan keislamannya. Ia menjadi muslimah yang baik. Syair-syairnya disukai oleh Rasulullah karena berhasil menciptakan atmosfer yang menyenangkan dan membuat hari menjadi indah.
Al Khansa juga seorang ibu dari empat putra yang memiliki semangat juang tinggi. Hal itu mereka dapatkan dari ibunya yang senang menasehati dan memotivasi anak-anaknya. Hingga pada suatu saat, ketika perang qadisiyah (Perang Salib) terjadi, Al Khansa membawa keluar anak-anaknya untuk bergabung dengan kaum muslimin dengan dibekali motivasi. Satu per satu anaknya maju dan semuanya gugur di medan perang.
Mendengar kabar anak-anaknya terbunuh, Al Khansa tidak merasa sedih. Santunan anak-anak Al Khansa tetap diberikan oleh Khalifah Umar bin Khattab hingga Umar wafat. Pada tahun 24 Hijriah, pada awal kekhalifahan Utsman bin Affan, Al Khansa wafat di sebuah perkampungan Badui.
Baca juga:
Menengok masjid pertama di Seoul & penyebaran Islam tentara Turki
Menelusuri jejak Romawi Kuno di selatan Suriah
Berziarah Ke Masjid Kuno Abad ke-11, Saka Tunggal di Banyumas
Dahsyatnya kisah Nabi Nuh as tentang azab Allah dan keikhlasan
Demi ibadah, Nabi Idris ingin dicabut nyawa dan lihat siksa neraka
Sakit hati Rasulullah dicaci, Hamzah pukul Abu Jahal pakai busur
Kisah Nabi Hud dan orang-orang kaya sombong penerima azab Allah SWT