LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah miris Nasiran & Ibunya hidup di hutan hingga berperilaku aneh

Kabarnya ibu dan anak itu tinggal di hutan selama bertahun-tahun, sejak terjadi konflik di Aceh.

2015-05-12 05:00:00
Anak Hutan Aceh
Advertisement

Selama ini semua orang menduga manusia yang hidup di hutan hanyalah Tarzan. Namun, dugaan itu ternyata salah. Karena di Aceh telah ditemukan seorang ibu dan anak laki-lakinya hidup bertahun-tahun di dalam belantara hutan rimba.

Kisah miris ini terungkap saat keduanya ditemukan oleh warga yang sedang mencari batu giok di hutan pedalaman Blang Pidie, Aceh. Kabarnya ibu dan anak itu tinggal di hutan selama bertahun-tahun, sejak terjadi konflik di Aceh.

Kondisi mereka pun begitu memprihatinkan. Sang Ibu mengalami buta dan tidak bisa bicara. Sedangkan anaknya yang dipanggil Nasiran berusia kira-kira belasan tahun itu bersikap aneh dan tak wajar. Dia tidak mau mengenakan baju, tidak bisa berkomunikasi, jalannya merangkak, dan masih banyak keganjilan lainnya.

Saat ini Nasiran serta Ibunya tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh. Mereka juga di tempatkan di ruang isolasi untuk penanganan lebih intensif.

Berikut kisah Nasiran serta Ibunya yang hidup bertahun-tahun di hutan:

Belasan tahun tinggal di hutan, Nasiran bersikap tak aneh

Sekitar dua minggu lalu petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), Banda Aceh, mendapati satu anak laki-laki bersama ibunya diletakkan di area parkir IGD. Anak tersebut pertama ditemukan di pedalaman Blang Pidie, Aceh Selatan.

Anak itu bernama Nasiran berusia sekitar 15 tahun dan sekarang dirawat dalam kamar isolasi ruang Seureune I RSUZA. Anak ini terpaksa harus dimasukkan dalam ruang khusus karena bertingkah aneh seperti tak mau bicara dan tidak mau menggunakan pakaian.

Bahkan pihak rumah sakit harus menutup jendela kamar dengan koran untuk merawat Nasiran. Sebab, saat melihat ke luar, Nasiran selalu minta keluar bahkan mengamuk minta untuk memanjat pohon yang ada di luar kamar.

Pantauan merdeka.com, badan Nasiran terlihat sangat kurus. Tingkah ganjil pun sering diperlihatkan saat melihat banyak orang. Bahkan Nasiran lebih sering berjalan secara merangkak dengan menggunakan kaki dan kedua tangannya. Tangan Nasiran pun terlihat panjang, tidak sama seperti biasanya.

Nasiran juga kerap memakan apapun benda yang ada di hadapannya. Selain itu saat buang air besar dan kecil, berserakan dalam ruang tersebut. Nasiran tidak masuk dalam kamar mandi saat buang air.

Sedangkan ibunya sudah menggunakan pakaian lengkap yang diberikan oleh pihak RSUZA. Akan tetapi ibu tersebut tidak dapat melihat secara jelas.

Saat lapar ataupun haus, Nasiran hanya memberikan bahasa isyarat. Suara yang keluar saat Nasiran minta makanan pun sangat ganjil. Berbeda dengan suara-suara manusia lainnya.

"Mereka tidak bisa bicara, ibunya pun kurang penglihatan," kata saudaranya, Salman.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, keduanya ditemukan oleh pencari batu giok di hutan pedalaman Blang Pidie. Saat ditemukan, keduanya saling berpelukan.

Keduanya dikabarkan sudah lama mengungsi dalam hutan sejak konflik dulu sekitar 10 tahun silam. Diperkirakan, saat mengungsi Nasiran masih berusia sekitar 5 tahun.

"Mereka itu sudah sangat lama tinggal di hutan sejak konflik Aceh dulu, jadi gak pernah turun," tukasnya.

Sementara itu saat dilakukan konfirmasi pada pihak RSUZA, Banda Aceh, Wakil Direktur Bidang Pelayanan, RSUZA, dr Azharuddin saat dihubungi belum bersedia memberikan komentar. Akan tetapi, dia meminta untuk kembali pada hari Senin.

"Senin nanti ya, saya jelaskan," singkatnya.

Advertisement

Berperilaku aneh, Nasiran BAB sembarangan dan tak mau dibersihkan

Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh saat ini sedang menangani satu pasien berusia 14 tahun yang berperilaku ganjil. Anak ini ditemukan oleh warga di Blang Pidie, Aceh Barat Daya (Abdya) Aceh dalam belantara hutan rimba.

Pasien ini merupakan rujukan dari Rumah Sakit Umum (RSU) Teungku Peukan, Blang Pidie, Abdya, Aceh. Sesuai dengan surat rujukan, pasien yang memiliki tingkah aneh dan tidak bisa berkomunikasi bernama Nasiran dan taksiran usia 14 tahun.

Dokter RSUZA yang menangani Nasiran, dr Mars Nashrah, SpA mengatakan, saat dirujuk ke RSUZA, Banda Aceh pasien ini mengalami kekurangan gizi. Nasiran berbadan kurus dan tidak dapat berbicara. Hanya memberikan kata isyarat bila hendak meminta sesuatu.

"Ada perilaku tidak sesuai seusianya pada pada pasien ini, badan kurus dan kurang gizi," kata dr Mars Nashrah, SpA, Senin (11/5) di RSUZA, Banda Aceh.

Katanya, berat badan Nasiran sekarang hanya 15,6 kilogram dengan usia 14 tahun. Seorang remaja seusianya berat badan harus lebih dari itu, sehingga penanganan medis saat ini mengatur kembali pola makan dan asupan gizi Nasiran.

"Pola makan sudah kita atur sekarang, dia makan dengan tangan, meskipun masih berserakan di lantai, kita taruh dalam piring, ada gelas dan sendok," jelasnya.

Pantauan merdeka.com, Nasiran yang berada di kamar isolasi ruang Seurene I RSUZA, buang air besar maupun kecil secara sembarangan. Nasiran tidak mempergunakan toilet yang tersedia dalam kamar tersebut.

Saat hendak dibersihkan oleh petugas kebersihan dan perawat, Nasiran terlihat menolak. Akan tetapi hanya oleh ibunya dengan bahasa isyarat mau menurutinya.

Kata dr Mars Nashrah, Nasiran sekarang sudah mulai mengetahui memberitahukan dengan bahasa isyarat saat lapar maupun haus. Saat ini pihaknya sedang melakukan rehab medis memberikan asupan gizi yang cukup hingga 14 hari mendatang sejak pasien diterima olehnya.

"Selama 14 hari ini kita kontrol untuk asupan gizi, untuk mengembalikan ke berat badan normal itu butuh proses, setidaknya ini tahap awal selama 14 hari," tutupnya.

Advertisement

Lama tak berinteraksi sosial penyebab Nasiran & Ibunya aneh

dr Mars Nashrah mengaku, ada banyak kemungkinan Nasiran dan Ibunya tidak bisa berkomunikasi layaknya manusia pada umumnya. Bisa saja pasien sudah lama tidak berinteraksi sosial dengan masyarakat, sehingga tidak ada yang mengajak untuk berkomunikasi. Atau pun bisa juga karena faktor anatomi pasien yang tidak mampu berbicara alias bisu

"Untuk proses pemeriksaan ini banyak yang terlibat dan alat tidak dapat dibawa ke ruang. Saya sudah koordinasi dengan lintas departemen yaitu termasuk dengan psikolog, jadi sekarang belum kita ketahui secara pasti," tukasnya.

Untuk mengubah perilaku Nasiran menjadi normal, jelasnya, tidak bisa dilakukan secara instan. Akan tetapi membutuhkan proses yang panjang secara perlahan.

"Faktor lingkungan sangat mempengaruhi Nasiran bisa kembali berinteraksi sosial, meskipun tidak bisa dikembalikan secara utuh dan normal seperti anak seusianya," imbuhnya.

"Secara umum ada dua kemungkinan, karena gangguan sosial tidak ada yang mengajak berkomunikasi maupun gangguan anatominya karena memang bisu," jelasnya.

Mars Nashrah lebih lanjut menjelaskan, untuk mengetahui penyebab kepastian Nasiran dan ibunya tidak mampu berkomunikasi membutuhkan beberapa pemeriksaan. Karena alat untuk memeriksa tidak dapat dibawa ke dalam ruangan, maka dibutuhkan jadwal khusus untuk diperiksa.

Ditemukan di hutan, Nasiran pernah dititipkan di panti asuhan

Kisah tragis menimpa Nasiran yang lama tinggal di hutan belantara bersama ibunya hingga tak bisa bicara. Badannya sekarang kurus kering dan hanya memiliki berat badan 15,6 kilogram pada usia 14 tahun.

Nasiran saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di kamar isolasi ruang Seureune I Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh. Nasiran ditempatkan dalam ruang isolasi karena memiliki tingkah ganjil dan buang air sembarangan.

Dokter yang menangani Nasiran di RSUZA, dr Mars Nashrah mengaku, Nasiran bersama ibunya yang tidak diketahui namanya pertama kali dirujuk pada tanggal 28 Januari 2015 lalu dari Rumah Sakit Umum (RSU) Teungku Peukan, Blang Pidie, Aceh Barat Daya (Abdya).

Saat dirujuk, Nasiran dalam kondisi kurus dan kekurangan gizi. Sehingga pihak RSUZA langsung memberikan asupan gizi dan mengatur pola makan untuk mengantisipasi kekurangan gizi.

Kemudian setelah dirawat selama 2 minggu. Nasiran bersama ibunya dititipkan di rumah panti asuhan Rumah Sejahtera Darussa'dah yang terletak di Lampeuneurut, Aceh Besar.

"Setelah 2 minggu kita rawat langsung dititipkan secara resmi di Rumah Sejahtera Darussa'adah, Lampeuneurut, Aceh Besar, hingga dirujuk kembali," kata dr Mars Nashrah, Senin (11/5) di Banda Aceh.

Kata Nashrah, selama berada di panti asuhan hanya ada 3 kali melakukan kunjungan untuk pemeriksaan di RSUZA. Baru kemudian Nasiran kembali dirujuk kembali ke RSUZA, Banda Aceh pada tanggal 1 Mei 2015 lalu dalam kondisi memprihatinkan.

"Sekitar 2 minggu lalu baru dirujuk kembali oleh rumah sakit Blang Pidie pada kita, kondisi Nasiran kurus dan kurang gizi," tukasnya.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.