LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah Mirip Sahabat Nabi Salman Al Farisi Pernah Terjadi di Yogyakarta

Sahabat Rasulullah SAW, Salman Al Farisi dikenal sebagai sosok zuhud dan sederhana. Di masa Khalifah Umar bin Khattab, Salman berkali-kali ditawari jabatan sebagai gubernur di wilayah Mada’in.

2020-04-24 03:36:00
Sejarah Islam
Advertisement

Sahabat Rasulullah SAW, Salman Al Farisi dikenal sebagai sosok zuhud dan sederhana. Di masa Khalifah Umar bin Khattab, Salman berkali-kali ditawari jabatan sebagai gubernur di wilayah Mada'in. Salman selalu menolaknya.

Namun akhirnya demi menghormati Khalifah Umar, Salman pun terpaksa menerima jabatan itu. Dikisahkan seorang diri dia berangkat ke Mada'in naik keledai. Bajunya lusuh dan sedikit kekecilan. Tak ada yang menyangka, itulah gubernur baru yang datang dari Madinah.

Wilayah Mada'in kini masuk dalam negara Irak. Setelah menjadi gubernur, Salman pun selalu hidup sederhana. Dia menolak gaji dan hidup dari membuat anyaman.

Advertisement

Disangka Kuli Panggul

Suatu hari Salman tengah berada di pasar. Ada seorang pria kerepotan mengangkut karung-karung berisi kurma. Orang itu nampak baru datang dari tempat yang jauh.

Melihat Salman, pria tersebut memanggilnya. "Wahai fulan, tolong bantu aku mengangkut karung ini. Nanti kuberi upah." katanya. Demikian dikutip dari buku Para Sahabat Nabi yang ditulis Dr Abdul Hamid as-Suhaibani dan diterbitkan Darul Haq, Jakarta.

Advertisement

Karena pakaiannya yang lusuh, rupanya Salman dikira seorang kuli panggul di pasar. Sahabat nabi itu mendekat dan dengan senang hati membantu mengangkut karung tersebut.

Saat melewati kerumunan masyarakat, orang-orang tersebut memberikan sikap hormat dan mengucapkan salam.

"Semoga keselamatan tercurah padamu wahai Gubernur," kata mereka.

Pria tersebut bingung. Di mana gubernur? Kenapa mereka mengucapkan salam pada gubernur?

Mereka berjalan lagi dan melewati sekelompok orang. Lagi-lagi salam yang sama terucap. Kini bahkan beberapa orang menawarkan diri untuk membawakan karung.

"Biar aku saja yang membawa karung ini, wahai gubernur," kata mereka.

Akhirnya pria tersebut sadar. Pria yang disangkanya kuli panggul adalah Gubernur Mada'in Salman Al Farisi. Sosok besar sahabat Rasulullah SAW. Orang terpandang yang sangat rendah hati.

Lemaslah pria itu. Dia buru-buru meminta maaf. Namun Salman santai saja. "Tidak apa-apa, aku akan tetap membawakan karung ini hingga kau sampai ke tujuanmu," katanya.

Cerita Mirip di Yogyakarta

Adegan yang mirip kisah di pasar itu rupanya pernah terjadi di Yogyakarta. Ceritanya tahun 1946, ada seorang pedagang beras di Yogyakarta yang sedang menunggu mobil omprengan.

Ada sebuah jip melintas. Ibu-ibu penjual beras tersebut menyetop jip itu dan meminta sopirnya mengangkut karung beras ke Pasar Kranggan.

Setelah sampai di pasar, sang sopir menurunkan beras-beras tersebut. Namun ketika hendak diberi uang, sopir itu menolak dengan halus.

"Apa uangnya kurang?" kata si Ibu sedikit emosi?

Sang sopir hanya tersenyum dan kemudian berlalu dengan jipnya. Ibu pedagang beras sempat mengomel. Seorangpolisidatang menghampiri dan bertanya kepada pedagang wanita itu.

"Apakah mbakyu tahu, siapa sopir tadi?" tanya polisi.

"Sopir ya sopir. Habis perkara! Saya tidak perlu tahu namanya. Memang sopir satu ini agak aneh." jawab sang wanita dengan nada emosi.

"Kalau mbakyu belum tahu, akan saya kasih tahu. Sopir tadi adalah Sri Sultan Hamengku Buwono IX, raja di Ngayogyakarta ini." jawab sang polisi.

Wanita pedagang itu pingsan setelah mengetahui sopir yang dimarahinya karena menolak menerima uang imbalan dan membantunya menaikan dan menurunkan barang dagangan, adalah Sultan Hamengku Buwono IX.

Sultan yang Egaliter

SK Trimurti yang menulis kisah ini di buku Tahta Untuk Rakyat menyebut kejadian ini cukup membuat heboh suasana di sekitar pasar pagi itu.

Sultan yang gemar menyetir sendiri ini memang senang memberikan tumpangan. Berkali-kali orang yang mau nunut alias numpang terkejut karena yang ditumpanginya adalah mobil Sultan Yogyakarta.

Sultan Hamengkubuwono yang dikenal egaliter ini senang-senang saja bisa memberikan tumpangan untuk yang membutuhkan.

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.