LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah Mencekam Mahasiswa Undip Disapu Tsunami saat Penelitian di Lampung

Para korban selamat Dinda Ayu Oktaviana (20) mahasiswa semester 5 menyaksikan suasana saat ombak setinggi atap rumah menyapu permukiman. Dia berusaha lari menuju tebing untuk menyelamatkan diri.

2018-12-26 16:17:40
Tsunami Banten
Advertisement

Sebanyak 25 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro sempat terjebak tsunami. Berkat ketrampilan mitigasi kebencanaan, mereka bisa bertahan dan membantu menyelamatkan warga dari guncangan Tsunami saat tugas penelitian terumbu karang di Pulau Legundi, Lampung pada Sabtu (21/12) lalu.

Para korban selamat Dinda Ayu Oktaviana (20) mahasiswa semester 5 menyaksikan suasana saat ombak setinggi atap rumah menyapu permukiman. Dia berusaha lari menuju tebing untuk menyelamatkan diri.

"Ombak deras, sempat kami digulung ombak sekitar 50 meter. Langsung kami lari ke tebing sempat jatuh, sambil menyelamatkan anak dengan cara menggendong," kata Dinda Ayu saat ditemui di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro, Kamis (26/12).

Advertisement

Dia menyebut, karena ombak terlalu cepat hingga melompat tembok karena air sudah tinggi sepinggang. "Tidak ada pilihan saya putuskan lompat tembok sebagai upaya menyelamatkan diri. Saya pasrah sudah kejebak pikiran saya sudah tidak tahu hidup atau tidak, tapi untungnya ada teman yang menarik tangan saya ke masjid," jelasnya.

Dalam keadaan digulung ombak, dia juga berusaha berenang untuk mencari pegangan jendela yang pecah hingga bisa naik ke tebing.

"Mati-matian saya renang, sampai semua tubuh kena benturan benda tumpul, kaki kena pecahan kaca hingga bertemu teman di tebing," jelasnya.

Advertisement

Sesampainya di tebing mendapati semua rekannya selamat, dia justru memutuskan menolong warga yang kesulitan naik bukit.

"Kami langsung turun bantu warga dan gendong anak kecil. Ada satu orangtua lumpuh berusaha saya tolong gotong tidak mau, ya akhirnya ditinggal. Sebenarnya kasihan tapi, sepertinya keluarga sudah meninggalkannya," terangnya.

Di atas bukit itulah, Muhammad Ramadan, mahasiswa FPIK lainnya mengaku harus bermalam bersama warga desa semalam suntuk. Ia hanya memakai tenda dan terpal yang diambil dari sisa-sisa puing rumah warga yang hancur. Kondisi Pulau Legundi sudah porak poranda. Hampir semua rumah warga hancur.

"Semuanya di bukit. Saya ambil tenda dan terpalnya dari permukiman. Pas paginya saya turun lagi ambil makanan untuk kebutuhan konsumsi. Siangnya baru dievakuasi naik kapal marinir dan Polair menuju dermaga Panjang dan Lampung," akunya.

Dosen Ilmu Kelautan sekaligus Sekretaris Dewan Kelautan FPIK Undip, Munasik memperkirakan Pulau Legundi belum bisa pulih sepenuhnya pasca tsunami. Pulau Legundi sedang memasuki tanggap darurat. Akibat kejadian itu, perlengkapan tabung selam hilang terseret arus ombak.

"Sejumlah perlengkapan tabung hilang dan masih didata," ujarnya.

Pihaknya mengkhawatirkan ekosistem terumbu karang yang terkoyak akibat gelombang tsunami.

"Nantinya kami akan cek kembali terumbu karang sebagai sumber daya alam utama di sana apakah kondisinya masih bagus atau tidak. Kita akan bantu rehabilitasi pulaunya. Sebab banyak rumah nelayan di pesisir pantai rusak. Musalanya berantakan," kata ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sea Crest, Munasik.

Baca juga:
Demi Mendulang Banyak Likes, Lokasi Tsunami Banten Jadi Tempat Selfie
Korban Tsunami Keluhkan Mahalnya Biaya Pemulangan Jenazah di RSUD Serang
Pertamina Tambah Pasokan LPG di Wilayah Terdampak Tsunami Selat Sunda
PUPR Distribusikan 4.000 Liter Air Bersih ke Pengungsian Tsunami Banten
Kapal Ferry Bantu Evakuasi Ribuan Pengungsi Tsunami dari Pulau Sebesi
Jumlah Korban Meninggal Tsunami Banten Bertambah jadi 430 Orang

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.