LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah Karir Politik Wali Kota Cimahi Ajay Priatna yang Sempat 'Terbantu' KPK

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna diciduk KPK karena diduga terlibat korupsi terkait pembangunan RS Kasih Bunda Cimahi. Perjalanan karir politik kader PDIP hingga menduduki kursi Cimahi 1 ini tidak terlepas dari momentum penanganan kasus yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

2020-11-27 17:07:00
Walikota Cimahi ditangkap KPK
Advertisement

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna diciduk KPK karena diduga terlibat korupsi terkait pembangunan RS Kasih Bunda Cimahi. Perjalanan karir politik kader PDIP hingga menduduki kursi Cimahi 1 ini tidak terlepas dari momentum penanganan kasus yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pilkada Cimahi pada tahun 2017 diikuti oleh tiga pasangan calon Atty Suharti-Ahmad Zulkarnain, Asep Hadad Didjaya-Irma Indriyani dan M Ajay Priatna-Ngatiyana.

Meski demikian, sejak awal, peta persaingan dikuasai oleh Atty Suharti yang berstatus petahana, sekaligus istri dari Itoc Tochija, mantan Wali Kota Cimahi dua periode. Atty-Ahmad Zulkarnain diusung partai NasDem, Golkar dan PKS.

Advertisement

Saingan terberatnya adalah Ajay-Ngatiyana dengan partai pengusung PDIP, PAN, PPP dan PKB. Hanya saja, banyak pengamat yang memprediksi pasangan tersebut tidak bisa berbuat banyak untuk meraup suara. Salah satu faktornya, duet berlatar belakang pengusaha dan perwira militer tidak dikenal baik oleh masyarakat.

Sedangkan Asep Hadad Didjaya–Irma Indriyani yang diusung Partai Demokrat dan Gerindra sudah dianggap sebagai pelengkap dari kontestasi tersebut.

Di tengah perjalanan, nama Ajay mendadak menghangat. Ia dan pendukungnya optimistis bisa merebut kursi wali kota. Sebabnya, Atty ditangkap KPK bersama suaminya, M Itoc Tochija setelah menerima transferan uang sebesar Rp500 juta.

Advertisement

Atty terjaring operasi tangkap tangan menerima uang Rp500 juta yang ditransfer ke rekening Itoc Tochija dari yang dijanjikan Rp6 miliar terkait dengan ijon Pembangunan Pasar Atas Baru senilai Rp57 milyar.

Atty dan suaminya ditangkap penyidik KPK pada Kamis (1/12/2016) malam di kediamannya, Jalan Sari Asih IV nomor 16, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung.

Kasus ini membuat peta persaingan berubah. Atty yang semula di atas angin kemudian terlempar dari peta persaingan. Hingga pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi, raihan suaranya berada paling bontot.

Hasil pleno rekapitulasi suara, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Cimahi nomor urut tiga, Ajay M. Priatna-Ngatiyana dinyatakan sebagai pemenang dengan raihan 107.011 suara, disusul pasangan nomor urut dua, Asep Hadad Didjaya-Irma Indriyani dengan 80.207 suara, dan di posisi terakhir, pasangan nomor urut satu, Atty Suharti-Achmad Zulkarnain sebanyak 76.423 suara.

Ajay Muhammad Priatna dan Ngatiyana resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi periode 2017-2022 di Aula Gedung Sate, Minggu (22/10/2017).

Namun, baru tiga tahun memimpin Kota Cimahi, nama Ajay kembali mencuat. Ia dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada Jumat (27/11) sekitar pukul 10.30 WIB.

Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan kabar tersebut. Ia menambahkan kasus yang menjerat terkait dugaan korupsi proyek pengadaan pembangunan RS di Cimahi. "Betul Wali kota cimahi ditangkap kpk. Tolong beri waktu kami untuk bekerja dulu ya. Dugaan walkot melakukan korupsi dalam proyek pengadaan pembangunan RS di Cimahi," ucap dia.

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.