LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah Jenderal loyalis Soeharto digelari Jenderal Sampah

Bicaranya apa adanya dan keras, membuat dia tak selalu berada di lingkaran Soeharto.

2015-11-04 06:42:00
Soeharto
Advertisement

Hubungan Gubernur DKI Ahok dan DPRD Bekasi tengah panas. Penyebabnya soal sampah Jakarta. Masalah ini ditambah demo masyarakat Cileungsi yang menolak wilayahnya dilalui truk sampah dari Jakarta.

Ada cerita menarik soal pengelolaan sampah ini. Dulu salah satu jenderal Orde Baru sampai dijuluki 'Jenderal Sampah'.

Letjen Kemal Idris merupakan salah satu jenderal pendiri Orde Baru. Awalnya dia adalah salah satu jenderal kepercayaan Soeharto.

Pada Kemal juga Soeharto menyerahkan panji Panglima Kostrad setelah dia menjadi Presiden tahun 1967. Kemal juga pernah dipercaya menjadi Panglima Komando Wilayah Pertahanan (Pangkowilhan).

Namun kemesraan ini tak lama. Jenderal Kemal terkenal suka bicara keras dan apa adanya. Ternyata hal itu mengusik Soeharto.

Perlahan dia dikeluarkan dari lingkaran dalam Soeharto. Sama seperti yang lain, dia juga dibuang sebagai duta besar.

"Saya tidak bisa jadi Dubes," kata Kemal saat Soeharto memintanya jadi Dubes untuk Yugoslavia.

"Kamu masih tentara atau bukan? Itu perintah!" balas Soeharto.

Sebagai prajurit, Kemal tak bisa menolak.

Di kemudian hari, Kemal bergabung dengan Petisi 50 untuk menentang Soeharto. Dia juga yang meminta Soeharto mundur sebagai presiden tahun 1980. Menurutnya Soeharto cukup tiga kali jadi presiden.

Kemal juga menolak bantuan dari Soeharto untuk berbisnis. Dia memilih mandiri setelah pensiun.

"Pak Harto sudah banyak urusan. Biar saya urusi diri saya sendiri," jawab Kemal Idris.

Akhirnya Kemal Idris mengurusi perusahaan sampah di DKI Jakarta. Dia pun mendapat gelar 'jenderal sampah'.

Namun Kemal rupanya tak merasa risih dengan gelar itu. Nasibnya masih sedikit lebih baik daripada rekannya, Jenderal HR Dharsono yang kemudian dituding subversif oleh Soeharto dan dipenjara.

Baca juga:
Ini cara Soeharto lawan orang-orang yang mengkritiknya
Mengungkap tempat-tempat pertapaan para presiden
Sore ini, puluhan paslon bupati & wali kota ziarah ke makam Soeharto
Kisah tim elite Marinir mau bebaskan Soekarno dari tahanan Soeharto
Rumah mantan aspri Soeharto bakal diambil paksa Kostrad

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.