LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah Hercules bawa prajurit RPKAD ditembak meriam TNI di Kalimantan

Hercules ini memang sudah kenyang makan asam garam pertempuran.

2015-07-01 19:04:00
TNI AU
Advertisement

Pesawat Hercules C-130 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) jatuh di Jalan Jamin Ginting, Sumatera Utara, Selasa (30/6) siang. Kejadian ini menyebabkan 86 awak maupun warga yang menumpang pesawat buatan 1964 itu tewas dalam kecelakaan tersebut.

Hercules ini memang sudah kenyang makan asam garam pertempuran. Untuk menerjunkan pasukan dan mendrop logistik.

Tahun 1964, Indonesia mendengungkan Operasi Dwikora, tujuannya untuk mengacaukan pembentukan negara Federasi Malaysia. Soekarno menganggap, negara tersebut merupakan negara boneka bentukan pemerintah kolonial Inggris. Bedanya, operasi ini digelar tertutup, tidak ada pengumuman perang di dalamnya.

Namun, ada lembaran hitam selama berlangsungnya operasi. Pesawat Hercules yang mengangkut 36 pasukan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) ditembak rekan sendiri.

Kisahnya bermula Kompi K Harseno, Yon 1 RPKAD diperintahkan untuk melakukan penerjunan di Sarawak, Malaysia guna memecah konsentrasi pasukan Inggris di sana. Pengalihan ini diperlukan agar rencana penerjunan Kompi Tanjung ke Kuching berlangsung mulus, meski akhirnya dilaporkan hilang di tengah laut.

Persiapan pun mulai dilakukan. Pesawat Hercules dengan nomor punggung T-1306 siap mengudara. Guna mendukung upaya penyusupan, label-label maupun logo TNI AU dihilangkan. Karena sifatnya rahasia, tak semua unit TNI diberitahu mengenai rencana ini, alhasil tak ada pengawalan dari pesawat MiG-17 AURI.

Penerbangan dilaksanakan pada 16 September 1965. Pesawat memilih terbang rendah agar terhindar dari deteksi radar musuh, serta penyergapan. Sayang, keputusan ini membuat rencana tersebut terbongkar oleh pasukan Inggris yang tengah berpatroli, sehingga pesawat ini diterjang tembakan beruntun dari darat. Kondisi ini membuat pilot memutuskan untuk berputar balik dan kembali ke landasan.

Pasukan Arhanud TNI AD yang berada di Long Bawan, Kalimantan Timur tak mengetahui ihwal penyerangan tersebut. Mereka menembaki pesawat itu secara beruntun. Peluru pun mengenai mesin kanan pesawat dan terbakar, kemudian disusul dengan sayap dan tangki bahan bakar kanan meledak.

Kerusakan itu membuat pesawat harus mendarat darurat, pasukan baret merah juga terpaksa diterjunkan dengan ketinggian yang sangat rendah.

Meski begitu pesawatnya mengalami kerusakan cukup parah, pilot Hercules Mayor Udara Suhardjo berhasil mendaratkan pesawat dengan mulus di medan terbuka. Dia juga berhasil menyelamatkan 17 awak dan penumpangnya, termasuk 5 jumpmaster RPKAD.

Pesawat Hercules T-1306 mengalami total loss akibat tembakan dan pendaratan darurat tersebut. Satu operasi dilancarkan untuk menyelamatkan mesin pesawat, dan berhasil dilaksanakan dengan susah payah.(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.