Kisah Haru di Balik Mudik yang Tertunda: Sekarang Mungkin Bukan Waktunya Pulang
"Orang tua saya sudah menunggu. Mama bahkan sudah masak besar, menyiapkan segala yang terbaik untuk kedatanganku," ucap Atmaja (28).
Sudah hampir dua tahun Atmaja Saragih merantau. Jauh dari rumah dan keluarga tercinta. Setiap detik terasa begitu panjang. Setiap momen Lebaran hanya bisa dilalui lewat layar ponsel, mendengar suara keluarga dari kejauhan.
Tahun 2023, Atmaja Saragih memutuskan merantau dari Medan untuk mencari peluang baru di Jakarta. Setelah hampir setahun menata hidup dan bekerja keras, pada 2024, dia berhasil menabung untuk pulang kampung. Biaya untuk pulang kampung memang besar.
Kerja serabutan, pendapatan yang tak menentu, hidup merantau jauh dari rumah, semua terasa seperti permainan nasib. Meski hidup serba tidak pasti, dirinya punya tekad yang tak pernah padam karena selalu ingat keluarga di kampung halaman.
Perlahan, setiap upaya yang dia dijalani membuahkan hasil. Dengan disiplin menabung pelan-pelan, Atmaja bertekad untuk balik kampung pada tahun ini. Dia sudah mempersiapkan bekal mudiknya penuh kegembiraan. Tiket, barang bawaan, bahkan hadiah spesial untuk mamak yang sudah lama dirindukan.
Rencananya, ia ingin mengejutkan keluarganya dengan hadiah-hadiah istimewa. Termasuk baju Lebaran untuk orang tua tercinta.
Namun, takdir berkata lain. Saat hari yang ditunggu-tunggu tiba, dia terlambat 10 menit untuk check-in online. Pesawat yang seharusnya terbang pukul 08.00 WIB sudah meninggalkan bandara saat ia baru tiba sekitar pukul 07.49 WIB.
Tiket pesawat yang dibelinya hangus. Harapan untuk bertemu keluarga pada Lebaran tahun ini pun sirna.
"Orang tua saya sudah menunggu. Mama bahkan sudah masak besar, menyiapkan segala yang terbaik untuk kedatanganku," ucap Atmaja saat cerita dengan Merdeka.com, Rabu (2/3).
"Saya sudah janji buat foto bareng, tapi karena ketinggalan pesawat, semuanya gagal," kata pemuda berusia 28 tahun ini.
Baju Koko untuk Ayah Sambung
Meski kecewa, Atmaja tak ingin orang tuanya merasa sedih. Untuk menghindari kekecewaan mendalam, ia beralasan ada pekerjaan mendadak yang mengharuskannya tinggal di Jakarta.
Namun, dalam hatinya, dia masih merindukan momen kebersamaan dengan keluarga.
"Setidaknya masih bisa video call, itu yang saya katakan kepada mereka, meskipun sebenarnya saya harus mengumpulkan uang lagi untuk membeli tiket baru. Refund yang didapatkan tidak sesuai harapan," ujar Atmaja.
Sebenarnya Atmaja juga berniat memperbaiki hubungan dengan ayah sambungnya di kampung halaman. Dia bahkan sudah membeli baju koko sebagai tanda niat baiknya. Namun, Lebaran tahun ini harus terlewat tanpa momen membahagiakan.
Meski begitu, Atmaja merasa ada hikmah dalam setiap kejadian. Dia menerima kenyataan bahwa mungkin Tuhan punya rencana lain.
"Mungkin Tuhan ingin saya di Jakarta dulu untuk sebuah rezeki yang lebih baik. Ini mungkin bukan waktunya pulang, tapi nanti," ungkapnya.
Atmaja Saragih kini kembali fokus pada pekerjaannya yang lebih baik, dan berharap bisa merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga di masa yang akan datang.