LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kisah getir Rizki saat berat badannya melonjak

Dengan berat badan yang ekstrem itu membuatnya sulit melakukan berbagai kegiatan.

2016-07-22 05:00:00
Rizki bocah obesitas dari Palembang
Advertisement

Kasus bocah kelebihan berat badan tidak hanya dialami oleh Arya Permana (10) asal Karawang, Jawa Barat. Rizki Rahmat Ramadhon (10) asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) juga mengalami nasib yang sama.

Rizki memiliki bobot tubuh 119 kilogram. Obesitas yang dia alami lantaran pola makannya yang sangat berlebihan. Dengan berat badan yang ekstrem itu membuatnya sulit melakukan berbagai kegiatan.

Bahkan kini dia mesti terbaring di Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang untuk melakukan perawatan. Berikut kisah getir Rizki akibat mengidap obesitas ekstrem:

Tak sanggup pergi ke sekolah

Rizki Rahmat Ramadhon tidak bisa berangkat ke sekolah karena mengalami kelebihan berat badan. Putra bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Edy Hartono (44) dan Salia Sukiro (40) itu, kini dirawat di kamar 1 Paviliun Musi Elok Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang.

Bocah kelas VI SDN 43 Talang Ratu, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, itu dijaga ibu dan tiga saudara perempuannya.

Salia mengatakan, anaknya masuk Unit Gawat Darurat RSMH Palembang setelah disarankan dokter gizi, Selasa (19/7) malam. Sebelumnya, Rizki memang bolak-balik rumah sakit, tetapi tak membuahkan hasil.

"Tadinya mau kami bawa ke RS di Bandung, tempat Arya itu. Alhamdulillah ternyata di Palembang juga bisa merawatnya," ungkap Salia saat ditemui merdeka.com, Rabu (20/7).

Menurut Salia, Rizki terpaksa dirawat lantaran tak sanggup lagi beraktivitas seperti biasa. Untuk berjalan sekitar sepuluh meter saja, napas Rizki sudah ngos-ngosan, apalagi mau naik turun tangga di sekolahnya.

Begitu ditimbang pada hari pertama perawatan, berat badan Rizki mencapai 119 kilogram dan tinggi badan 145 centimeter. Berat badan itu merupakan tertinggi sejak mengidap obesitas dua tahun lalu.

"Ruang kelasnya ada di lantai dua, mau jalan saja susah, ini mau naik tangga, bisa-bisa jatuh, lebih susah lagi," kata Salia.

Selama masa pengobatan, pihak sekolah memberikan kelonggaran bagi Rizki untuk tidak mengikuti kegiatan belajar secara formal. Namun, sejauh ini belum ada kebijakan untuk mengutus guru pendamping selama dirawat.

"Kata gurunya dirawat dulu, agak pulih nanti baru ada guru privat begitu," pungkasnya.

Advertisement

Rizki kerap diejek teman di sekolah

Sejak mengidap penyakit obesitas, Rizki Rahmat Ramadhon tak luput menjadi bully teman-teman sekolah atau sepermainan di sekitar rumahnya. Meski tersulut emosi, Rizki tak bisa berbuat apa-apa karena fisiknya tak mendukung.

Tahun lalu, Rizki masih bisa mengikuti pelajaran di kelas V SDN 43 Talang Ratu, Kecamatan Sukarami, Palembang. Namun, dia diberikan kelonggaran hanya tiga hari dalam seminggu lantaran sering kelelahan dan tidur di kelas.

Berat badan yang berlebih dan berbeda dari yang lain membuat Rizki kerap diejek teman-temannya. Terkadang, dia ingin marah dan mengejar orang yang membully namun tak kuat berlari.

"Sering diejek-ejek, balas tidak bisa. Kalau lagi kesal-kesalnya itu, Rizki mau ngejar, tidak kuat, paling bisanya ngelus dada karena sesak nafas," ungkap Salia (40), ibu Rizki kepada merdeka.com.

Kini Rizki dirawat di Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang untuk penyembuhan penyakitnya sehingga bobot tubuhnya bisa berkurang. Rizki sangat merindukan bermain sepeda bersama-sama temannya sewaktu kondisi badannya masih normal.

"Di rumah sakit bisanya main HP, makan sama tiduran saja sambil nonton film Sinchan," kata dia.

Salia mengatakan, sebelum dirawat, Rizki pernah mengatur pola makan dan diberikan obat diet. Namun, justru Rizki alergi sehingga dihentikan.

"Matanya merah, dietnya dihentikan saja. Memang sih, program diet waktu itu sudah terlambat, dokter bilang obesitas tingkat tinggi," tukasnya.

Advertisement

Setiap malam Rizki berendam air karena merasa gerah

Selain terganggu aktivitasnya, kelebihan berat badan yang menimpa Rizki Rahmat Ramadhon membuat dirinya punya kebiasaan lain. Bocah yang duduk di bangku kelas VI SD itu selalu merasa gerah pada malam hari.

Salia (40) ibu Rizki mengatakan, meski sudah memasang mesin pendingin ruangan (AC), Rizki masih saja kepanasan. Agar rasa gerahnya hilang, Rizki meminta untuk berendam meski pada malam hari.

"Tiap malam berendam di bath up, walaupun kami kedinginan dia tetap saja gerah. Habis berendam itu baru nyaman," ungkap Salia, Rabu (20/7).

Menurut Salia, kebiasaan buruk anaknya itu mulai terjadi tahun lalu ketika berat badannya mencapai 90 kilogram. Alhasil, keluarga khawatir kesehatan Rizki semakin memburuk karena keseringan berendam air pada malam hari.

"Mau bagaimana lagi, dia mintanya begitu, berendam terus," ujarnya.

Selain direpotkan dengan perilaku itu, keluarga juga selalu menyebokkan air jika Rizki buang air besar (BAB). Sebab, tangan Rizki kesulitan menyebok sendiri apalagi duduknya kurang sempurna.

"Ya dicebokin, dia kan susah ngelakuinnya sendirian," tukasnya.

Obesitas gara-gara sering makan

Orang tua Rizki Rahmat Ramadhon, tak menyangka anaknya itu mengalami obesitas. Selama dua tahun terakhir atau sejak usia Rizki berusia delapan tahun, berat badannya setiap hari semakin bertambah.

Ibu Rizki, Salia (40) menceritakan, saat lahir pada 5 November 2005 lalu, berat badan Rizki normal. Perubahan fisiknya mulai terlihat sejak usianya menginjak delapan tahun, dengan berat badan 40 kilogram. Kemudian, kembali meningkat menjadi 55 kilogram. Saat itu, aktivitas Rizki baik sekolah maupun bermain belum begitu bermasalah.

Orang tua Rizki semakin panik karena berat badan Rizki mencapai 90 kilogram pada usia sembilan tahun, atau pada tahun lalu. Rizki mulai merasa cepat capek dan makannya tidak berkurang.

"Keluarga kami tidak ada keturunan punya riwayat obesitas, walaupun gemuk tidak seperti Rizki. Cuma Rizki gemuknya luar biasa, ditimbang kemarin 119 kilo," kata Salia kepada merdeka.com, Rabu (20/7).

Berat badan Rizki merangkak naik setelah saban hari selalu jajan di luar rumah, selain tiga kali sehari makan nasi. Jajanan tak pernah ditinggalkan adalah ayam goreng tepung, bakso, dan mi telor. Ditambah lagi, Rizki selalu minum air es (minuman dingin) setelah makan.

"Sukanya makan terus, barusan habis makan, lapar lagi. Apalagi dia suka makan di KFC, sering banget. Bakso sama mi telor juga sering. Pokoknya mau jajan saja tiap hari," ujarnya.

Meski beragam jenis makanan masuk ke perutnya dalam jumlah besar, Rizki jarang buang air besar (BAB). Dalam sehari, bocah kelas VI SDN 43 Talang Ratu, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, itu hanya dua kali ke toilet.

"Paling dua kali BAB-nya, padahal kalau makan banyak banget, tak sebanding begitu," kata Salia.

Nasihat tak mempan bagi Rizki. Bahkan, jika kemauannya tidak dituruti, Rizki ngambek. Orang tuanya pun terpaksa mengikuti karena Rizki satu-satunya anak laki-laki dari tujuh bersaudara. Apalagi, keluarga Rizki terbilang orang berkecukupan.

"Mau bagaimana lagi, dilarang juga percuma. Di rumah tidak boleh, tapi kan di luar Rizki bisa jajan juga," tukasnya.

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.