LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kirab puluhan raja se-nusantara tandai berdirinya Yayasan Istana Mataram

Kirab raja-raja yang juga diikuti puluhan calon investor yang akan berinvestasi di tanah Mataram tersebut menjadi pertanda terbentuknya Yayasan Istana Mataram yang diinisiasi GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng dan KP Eddy Wirabhumi, sang suami.

2018-04-14 03:35:00
Budaya Indonesia
Advertisement

Puluhan raja dari 35 kerajaan se-Nusantara mengikuti kirab di Kota Solo, Jumat (13/4) sore. Dengan menaiki kereta kuda, mereka diarak dari Gladag, Jalan Slamet Riyadi menuju ke Wisma Boga, Solo Baru melalui rute Alun-alun utara Keraton Surakarta, Jalan Yos Sudarso, Gemblegan hingga Solo Baru.

Kirab raja-raja yang juga diikuti puluhan calon investor yang akan berinvestasi di tanah Mataram tersebut menjadi pertanda terbentuknya Yayasan Istana Mataram yang diinisiasi GKR Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng dan KP Eddy Wirabhumi, sang suami.

"Pembentukan Yayasan Istana Mataram ini bertujuan untuk menyatukan kembali tanah mataram. Kami mengajak seluruh kerajaan nusantara yang masih mempunyai garis keturunan kerajaan Mataram untuk bergabung," ujar Gusti Moeng.

Advertisement

Adik kandung Raja Surakarta Oaku Buwono (PB) XIII ini menerangkan, Yayasan Istana Mataram yang dibentuknya merupakan wadah baru bagi siapapun yang memiliki darah Mataram. Ia mengklaim sudah mengantongi izin dan Kemenkum HAM.

Lebih lanjut, Gusti Moeng mengemukakan Yayasan Istana Mataram berkomitmen untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap kerajaan. Salah satunya adalah untuk menarik investor dari seluruh dunia agar bersedia berinvestasi di seluruh kerajaan di bawah Yayasan Istana Mataram.

"Saat ini sudah ada 80 investor yang tertarik untuk berinvestasi. Mereka berasal dari 9 negara di dunia. Yakni Jerman, Spanyol, Thailand, Taiwan, Amerika, Filipina, Singapura, Hongkong, dan juga Inggris," katanya.

Advertisement

Dengan banyaknya investor tersebut, ia optimistis akan mampu mendongkrak perekonomian di tanah Mataram. Terkait kirab Gusti Moeng mengungkapkan, ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Surakarta memiliki budaya yang sangat luhur.

"Kebudayaan ini sudah ada sejak 200 tahun lalu. Dan nantinya datangnya investor untuk mengembangkan potensi daerah masing-masing," katanya.

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.