LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kicauan berbau SARA, Dipo Alam terancam penjara 5 tahun

Komnas HAM menilai Dipo perlu diberikan kuliah soal empat pilar bangsa agar tak asal berkicau soal SARA.

2013-05-24 03:03:00
Presiden SBY
Advertisement

Ketua Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Pelanggaran HAM Komnas HAM, Natalius Pigai berjanji akan bersikap tegas terkait ucapan Seskab Dipo Alam yang berbau SARA. Dipo akan dipanggil ke Komnas HAM pekan depan nanti.

Jika pernyataan Dipo benar, maka Komnas HAM akan memberikan hukuman yang cukup berat.

"Kalau benar adanya, kita akan menyelidiki dengan Undang-Undang no 40 tahun 2008 tentang pengawasan diskriminasi ras dan etnik. Ancaman 5 tahun penjara," ujar Natalius dalam pesan singkatnya, Kamis (23/5).

Menurut Natalius, undang-undang tersebut merupakan kewenangan Komnas HAM. Selain itu, dirinya juga meminta kepada Ketua MPR Taufiq Kiemas berbicara ke Dipo.

"Kami minta ketua MPR memberikan kuliah empat pilar bangsa untuk Dipo Alam," katanya.

Sentimen Islam dan non-Islam itu bermula dari kicauan Dipo di Twitter. Di media sosial itu, Dipo membela SBY atas kritik Franz Magnis-Suseno, pastor yang juga Guru Besar Filsafat STF Driyarkara.

Dalam suratnya kepada The Appeal of Conscience Foundation, lembaga di AS pemberi penghargaan untuk SBY, Franz Magnis memang mengritik kepemimpinan SBY yang dinilainya abai terhadap kekerasan terhadap kaum minoritas Ahmadiyah dan Syiah.

"Konflik intra Islam sudah ada sejak dulu, tidak perlu dibesarkan isu minoritas ditindas mayoritas. Yang kita tentang adalah tindak kekerasan," kata Dipo membela SBY lewat akun Twitter-nya, @dipoalam49.

Nah, dalam kicauan selanjutnya barulah Dipo mulai menyinggung latar belakang Franz Magnis yang non-muslim.

"Masalah khilafiyah antar umat Islam di Indonesia begitu banyak, jangan dibesarkan oleh yang non-muslim seolah simpati minoritas diabaikan," kicau Dipo.

Tak cukup di situ, mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ini juga berkicau, "Umaro, ulama dan umat Islam di Indonesia secara umum sudah baik, mari liat ke depan, tidak baik pimpinannya dicerca oleh yang non-muslim FMS."(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.