Kiat Memilih Kontrasepsi Ibu Menyusui yang Tepat: Rekomendasi Dokter Spesialis
Dokter spesialis obgyn membagikan kiat memilih kontrasepsi ibu menyusui yang aman dan efektif, dengan rekomendasi jenis non-hormonal seperti kondom dan IUD untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Jakarta, 18 November 2023 – Ibu menyusui memerlukan perhatian khusus dalam memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan mereka. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Amarylis Febrina Choirin Nisa Fathoni, Sp.OG, IBCLC, membagikan panduan penting mengenai kiat memilih kontrasepsi ibu menyusui yang tepat.
Menurut dr. Nisa, rekomendasi utama untuk ibu yang sedang menyusui adalah kontrasepsi non-hormonal. Pilihan ini dianggap lebih baik karena memungkinkan tubuh untuk tetap berovulasi dan mengalami menstruasi secara alami, tanpa gangguan hormon yang mungkin mempengaruhi produksi ASI.
Keputusan mengenai jenis dan waktu pemasangan alat kontrasepsi sebaiknya didiskusikan secara mendalam. Pembicaraan antara ibu, pasangan, dan dokter spesialis menjadi kunci untuk menemukan metode yang paling nyaman dan efektif, baik dipasang segera setelah melahirkan caesar atau setelah masa nifas 40 hari.
Pentingnya Konsultasi dan Pilihan Awal
Sebelum memutuskan jenis kontrasepsi, ibu dianjurkan untuk berkomunikasi dengan pasangan mengenai waktu pemasangan yang ideal. Pertimbangan ini bisa antara pemasangan langsung setelah operasi caesar atau menunggu hingga 40 hari pasca melahirkan.
Setelah diskusi internal, dokter spesialis akan mendengarkan preferensi ibu, termasuk jenis kontrasepsi yang dirasa paling nyaman dan durasi pemakaian yang diinginkan. Ini memastikan bahwa pilihan kontrasepsi ibu menyusui selaras dengan gaya hidup dan rencana keluarga.
Umumnya, dokter akan merekomendasikan jenis kontrasepsi non-hormonal seperti kondom atau IUD. Namun, dalam beberapa kasus, kontrasepsi hormonal seperti pil dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi kesehatan spesifik pasien.
Kontrasepsi Non-Hormonal: Kondom sebagai Pilihan Praktis
Kondom merupakan salah satu metode kontrasepsi non-hormonal yang mudah diakses dan efektif. Jika digunakan dengan benar, kondom dapat memberikan proteksi terhadap kehamilan hingga 99 persen.
Penggunaan yang benar berarti kondom harus dipakai sebelum hubungan intim dimulai, dengan memastikan ujung kondom yang berbentuk balon kecil dipencet untuk mengeluarkan udara. Hal ini mencegah kondom mengembung dan meningkatkan efektivitasnya.
Penting untuk diingat bahwa kondom yang sudah terpakai tidak boleh dimasukkan kembali ke dalam kemaluan wanita. Tindakan ini berisiko menyebabkan kondom robek atau bergeser, sehingga mengurangi efektivitas perlindungan dan meningkatkan risiko kehamilan.
IUD: Pilihan Jangka Panjang untuk Ibu Menyusui
Alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) menawarkan durasi pemakaian yang beragam dan merupakan pilihan non-hormonal yang sangat direkomendasikan. Kontrol pemakaian IUD juga relatif jarang karena alat ini dipasang langsung di dalam rahim.
Dr. Nisa menyarankan agar pemasangan IUD dilakukan saat ibu sedang menstruasi. "Pas menstruasi enggak ada masalah. Menstruasi itu mulut rahim sedang terbuka, jadi bisa lebih gampang dipasang, kita masukkan pelan saja," jelasnya.
Keunggulan IUD lainnya adalah tidak menghalangi siklus ovulasi, sehingga pemakainya akan tetap mengalami menstruasi setiap bulan. Meskipun ada benang kecil yang menggantung, benang tersebut bersifat lembut dan akan menyerap cairan, sehingga lama-kelamaan tidak akan terasa dan IUD menjadi lebih nyaman digunakan karena non-hormonal dan ovulasi tetap berjalan.
Sumber: AntaraNews