LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kiai sepuh Jatim inginkan religius-nasionalis bersatu

Sejumlah kiai sepuh mendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul - Puti) karena inginkan bersatunya kaum religius dan nasionalis.

2018-01-25 18:31:26
Pilgub Jatim
Advertisement

Sejumlah kiai sepuh mendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul - Puti) karena inginkan bersatunya kaum religius dan nasionalis.

"Gus Ipul sudah mendaftar ke KPU Jatim dengan berpasangan Puti Guntur Soekarno, cucu Bung Karno. Kita harus mendukung karena kiai sepuh saja ikut mendaftarkan Gus Ipul ke KPU. Mereka sambil berjalan kaki," kata KH Mutawakkil Alallah di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Kamis,(25/1).

Mutawakkil mengakui banyak pihak yang menginginkan kader Nahdhatul Ulama (NU) maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada). Dengan melihat berbagai fakta di lapangan, dia memutuskan untuk mendorong Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai kader NU yang maju. Dukungan ini sebagai bentuk memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum, bukan golongan.

Advertisement

Selain itu, pentolan NU ini menginginkan supaya ada sinergi antara kaum religius dengan nasional. Kaum religius diwakili Gus Ipul, sedangkan kaum nasionalis diwakili Puti Guntur Soekarno. Bersatunya kedua massa ini diyakini akan membawa Jawa Timur lebih maju dan makmur.

"Ketika mendengar berpasangan dengan mbak Puti (Puti Guntur Soekarno), saya berpikir nantinya bisa membawa kejayaan Indonesia," ujar dia.

Advertisement

Gus Ipul ©2018 Merdeka.com

Sebenarnya, kata Mutawakkil, dengan melihat fakta sejarah masa lalu, mulai Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang lalu. Ia mengaku memutuskan untuk netral, meskipun saat itu salah satu calon Presiden Prabowo mendatangi dirinya. Namun saat ini kondisi berbeda, Gus Ipul dianggap sebagai perwakilan kiai yang harus bertanding dalam pilgub.

"Prinsip dasarnya adalah kepemimpinan ulama. Jadi saya harus sami’na wa atho’na,” katanya.

Para kiai mendukung pasangan Gus Ipul-Puti karena ada upaya menyatukan antara religius dan nasionalis. Kedua golongan ini memiliki peran yang sangat besar terhadap kejayaan Indonesia. Dengan bersatunya religius-nasionalis, maka tantangan Indonesia dalam menghadapi persoalan seperti liberalisme kapitalisme dan kelompok politisasi agama bisa teratasi.

Untuk itu, kiai-kiai sepuh menginginkan supaya pemimpin Jatim terus menggelontorkan nasionalisme, dengan tujuan keutuhan bangsa.

"Jadi menjaga keutuhan bangsa lebih penting. Religius-nasionalis adalah salah satu caranya, dulu Bung Karno mendirikan Indonesia bersama para kiai. Saat ini menjadi momentum untuk memperjuangkan Indonesia," katanya.

(mdk/paw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.