LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ketum PII Dorong Insinyur Ambil Peran Teknologi Kawal Pandemi jadi Endemi

Dokter selama ini bekerja, semua menggunakan teknologi. Teknologi kesehatan itu kan sumbernya berasal dari para insinyur.

2021-09-25 01:48:43
Corona di Indonesia
Advertisement

Sejumlah negara termasuk Indonesia kini tengah mempersiapkan hidup berdampingan dengan Covid-19. Pilihan itu terpaksa diambil agar tatanan kehidupan kembali normal.

Ketua Umum PII Pusat, Heru Dewanto mendorong para insinyur untuk mengambil peran dalam bidang teknologi untuk mengawal pandemi menjadi endemi. Ia mengatakan saat ini tingkat penyebaran Covid-19 sudah terisolir hanya di daerah-daerah tertentu.

"Endemi ini juga, kita harus berhati-hati. Kenapa? Karena endemi untuk Covid-19 ini mungkin bisa berbeda dengan endemi demam berdarah misalnya penanganannya. Endemi Covid-19 disalurkan lewat manusia, sehingga ada kekhawatiran muncul yang namanya hyper endemi misalnya," katanya, dalam sebuah seminar yang digelar virtual, Jumat (24/9).

Advertisement

Heru menekankan, penanganan Covid-19 bukan hanya urusan para tenaga medis. Para insinyur bisa ambil peran untuk berpartisipasi, yakni dengan membantu para dokter dengan menciptakan teknologi baru di bidang kesehatan.

"Kemudian apa yang sudah PII lakukan, kami mencoba berkomunikasi. Selama ini kan kelihatannya urusan kesehatan kan murni urusan dokter saja. Padahal kita tahu di balik dokter itu ada teknologi. Dokter selama ini bekerja, semua menggunakan teknologi. Teknologi kesehatan itu kan sumbernya berasal dari para insinyur," terangnya.

Di luar negeri, hal tersebut sudah umum terjadi menurut Ketua Umum PII. Tapi di Indonesia melibatkan pemikiran para insinyur di dunia kesehatan adalah sesuatu yang masih jarang terjadi.

Advertisement

"Untuk itulah kami mengajak para insinyur untuk maju ke depan, bersama-sama menjadi pilar ketahanan kesehatan nasional bersama dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Tentu kita harus mendalami betul para insinyur ini. Apa saja sih kebutuhan di dunia kesehatan. Karena itulah kami berkomunikasi dengan asosiasi kesehatan, produsen alat kesehatan, industri kesehatan dan lain sebagainya, untuk memahami apa kebutuhan dan syarat-syarat di dunia kesehatan," katanya.

Heru Dewanto mengatakan setelah para insinyur sukses membantu dunia kesehatan melalui teknologi baru, tahapan berikutnya adalah menjodohkan teknologi tersebut dengan industri, sehingga teknologi baru di bidang kesehatan itu bisa membantu perindustrian alat-alat kesehatan dalam negeri.

Pada seminar tersebut, hadir sebagai pembicara antara lain adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Sadikin, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid, Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (WANTIKNAS), Ilham Habibie, Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono, Rektor Universitas Padjajaran, Rina Indiastuti dan Sekjend Gakeslab, Randy H Teguh.

Baca juga:
Sukseskan Vaksinasi, Tunjukkan Indonesia Layak Jadi Tuan Rumah Acara Internasional
Momentum Penurunan Kasus, Pemerintah Tingkatkan Deteksi hingga Vaksinasi
Kemendikbudristek Uji Coba PeduliLindungi buat Mendata Kasus Covid-19 di Sekolah
Wagub DKI Siap Tunggu Kesiapan Kota Penyangga untuk Turunkan Level PPKM
Epidemiologi: 5 Venue PON di Papua Masuk Zona Merah Covid-19

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.