Ketum PAN Temui Jokowi, PDIP Tak Ingin Ditafsirkan Macam-macam
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai, kehadiran Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, tidak perlu dimaknai terlalu jauh. Sebab, pertemuan antar pimpinan lembaga negara merupakan hal yang biasa.
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menilai, kehadiran Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, tidak perlu dimaknai terlalu jauh. Sebab, pertemuan antar pimpinan lembaga negara merupakan hal yang biasa.
"Jangan ditafsirkan atau dimaknai terlalu jauh. Presiden dan Pak Zul memang sudah dekat sejak lama, apalagi saat Pak Zul menjadi Ketua MPR. Secara reguler sering bertemu karena MPR merupakan lembaga negara dan ada 'forum koordinasi' antarlembaga negara," ujar Hendrawan melalui pesan singkat, Jumat (6/3).
Menurut Hendrawan, silaturahim penting dijalin. Gunanya untuk mengharmoniskan aspirasi dan membangun sinergi.
Dia menegaskan, tak perlu ditafsirkan dengan rencana bagi-bagi kursi. Hendrawan juga menyinggung pertemuan Golkar dan Demokrat semalam.
"Jadi jangan apa-apa sudah ditafsirkan sebagai rencana berbagi kursi/jabatan. Pak Airlangga juga ketemu dengan Pak SBY, dan kita tak perlu berspekulasi seolah-olah akan ada duet Airlangga-AHY di 2024. Ini soal pertemanan untuk memperkokoh persatuan nasional," ucapnya.
Hendrawan tidak memberikan jawaban tegas apakah menerima PAN sebagai kawan koalisi atau tidak. Dia menjawab normatif.
"Semua putusan politik tentu didasarkan atas pertimbangan politik yang menghasilkan manfaat untuk kepentingan yang lebih besar, seperti kerukunan dan sinergitas nasional," kata dia.
Bungkam Usai Bertemu
Diberitakan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendadak mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/3). Semula, dalam agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ada pertemuan dengan Zulkifli.
Zul, sapaan akrabnya, tiba-tiba muncul di pintu utama Istana sekitar Pukul 10.03 WIB. Mengenakan batik cokelat, tanpa bicara apapun ke wartawan, dia langsung menuju Istana Merdeka tempat Jokowi berkantor.
Tak berselang lama, sekitar 30 menit, Zul kembali ke luar. Lagi-lagi, dia tak mau bicara apapun. Zul hanya tersenyum sambil menempelkan jari telunjuknya ke bibir seolah mengunci mulut, dilarang bicara kepada wartawan.
Dikejar wartawan, Zul tak mau bicara. Dia memilih jalan cepat untuk kembali ke mobil sedannya bernomor polisi B 1583 FRO yang telah menunggu.
Biro Pers Istana memang sempat mengumumkan agar wartawan hadir lebih awal sekitar Pukul 08.45. Dalam informasinya, permintaan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya agenda dadakan presiden.
Kangen-Kangenan
Politikus PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan, silahturahmi Ketua Umum PAN terpilih Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jumat (6/3), sekadar kangen-kangenan. Kata Viva, Zulkifli sudah sejak lama tidak bertemu dengan Jokowi.
"Maksud kedatangan Bang Zul adalah, pertama, kangen-kangenan sebagai sahabat yang baik karena sudah lama tak bersua. Sejak Pak Jokowi masih menjadi Walikota Solo, mereka berdua sudah lama saling mengenal," ujar Viva kepada wartawan, Jumat (6/3).
Viva menyebut, Wakil Ketua MPR itu juga diskusi persoalan bangsa. Terutama membahas revisi UU Pemilu.
"Yang kedua, berdiskusi tentang persoalan kondisi bangsa saat ini yang memerlukan solusi cepat dan tepat. Juga berdiskusi rencana revisi atas Undang-undang tentang Pemilu," kata Viva.
Dia membantah ada diskusi tentang kemungkinan PAN bergabung pemerintah Jokowi. "Diskusinya tidak sejauh itu," kata Viva.
(mdk/rnd)