Ketua PWNU Jatim minta kompetisi Pilgub agar gunakan akhlakul karimah
Majunya dua kader NU yaitu Saifullah Yusuf yang kini menjabat Ketua PBNU dan Khofifah Indar Parawansa, yang juga Ketua umum Muslimat, pada Pilgub Jatim 2018
Majunya dua kader NU yaitu Saifullah Yusuf yang kini menjabat Ketua PBNU dan Khofifah Indar Parawansa, yang juga Ketua umum Muslimat, pada Pilgub Jatim 2018, diharapkan mampu berkompetisi dengan cara yang baik dan benar.
Harapan itu disampaikan oleh Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah, ketika berada di Pesantren Nurul Islam (Nuris) Desa Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Menurut KH Mutawakkil, majunya dua kader NU itu mendapat peringatan dari para kiai dan ulama agar kompetisi Pilgub Jatim menggunakan etika yang baik atau akhlakul karimah.
"Kami berpesan hindari black campaign, hindari ujaran kebencian, apalagi adu domba, memfitnah atau lebih parah lagi kalau pembunuhan karakter," ujarnya, Kamis (25/1).
Menurut kiai kelahiran Probolinggo, Jawa Timur itu, kompetisi Pilgub Jatim dengan cara jelek menyerang atau ditujukan kepada calon dan para tim suksesnya itu sangat berbahaya.
Apalagi, memecah belah para ulama dan kiai untuk mendukung salah satu calon tertentu. "Itu hanya isu-isu yang dikembangkan memecah belah saja, dan saya yakin itu bukan dari internal warga NU asli," ujarnya.
Oleh sebab itu, kiai alumni Al-Azhar Kairo Mesir itu selalu berpesan dan menghimbau untuk menggunakan cara-cara yang santun dalam berkompetisi Pilgub Jatim.
Kompetisi Pilgub Jatim 2018 memang menyita perhatian publik. Sebab, hanya ada dua bakal calon yang maju dan sudah mendaftar di KPU Jatim.
Keduanya yaitu pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti) dengan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak (Khofifah- Emil).
Pasangan Gus Ipul-Puti diusung empat Parpol yaitu PKB, PDIP, PKS dan Gerindra. Sedangkan Khofifah-Emil diusung enam partai yaitu Demokrat, Golkar, PPP, Hanura, Nasdem dan PKPI.
(mdk/paw)