Ketua MPR sebut Mahyudin bisa diganti Titiek Soeharto jika mengundurkan diri
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menegaskan hingga kini posisi Mahyudin terkait pergantian Wakil Ketua MPR ke Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto sudah jelas. Menurutnya, Mahyudin bisa diganti jika sudah resmi mengundurkan diri.
KetuaMajelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menegaskan hingga kini posisi Mahyudin terkait pergantian Wakil Ketua MPR ke Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto sudah jelas. Menurutnya, Mahyudin bisa diganti jika sudah resmi mengundurkan diri.
"Pak Mahyudin kan sudah jelas. Satu harus menyelesaikan tugasnya, bisa diganti kalau MD3 yang baru menetapkan sampai selesai tugas. Dia bisa diganti kalau dia mengundurkan diri. Sudah jelas," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/3).
Pria yang akrab disapa Bang Zul ini juga mengaku belum menerima surat pergantian Wakil Ketua MPR dari Partai Golkar. Jika sudah diterima, Zul akan memprosesnya sesuai perundang-undangan yang ada.
"Ya diproses, dijawab, dirapatkan. Masa enggak diproses. Diproses itu kan belum tentu setuju. Diproses itu dirapatkan kemudian dijawab sesuai dengan UU dan peraturan. Begitu kan," ungkapnya.
Sebelumnya diketahui, Ketua DPP Bidang Media dan Penggiringan Opini Partai Golkar Ace Hasan Sadzily mengatakan dalam rapat pleno telah ditetapkan Titiek Soeharto menjadi Wakil Ketua MPR menggantikan Mahyudin. Keputusan itu diambil oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan disetujui oleh forum rapat pleno.
"Ya tadi sudah disetujui bahwa sudah disahkan bahwa wakil ketua MPR kepada Mbak Titiek," ungkap Ace di Jalan Anggrek Nelly Murni, Jakarta Barat, Minggu (18/3).
Baca juga:
Basarah, Muzani dan Cak Imin dilantik jadi pimpinan MPR Senin depan
Selain soal pelantikan pimpinan baru, rapat gabungan MPR juga bahas masukan PPP
Dinilai tak loyal pada partai, Mahyudin sebut keluarganya pejuang Golkar
PPP kirim surat keberatan penambahan kursi pimpinan MPR
Siang ini MPR gelar rapat gabungan bahas pelantikan 3 pimpinan baru
Mahyudin ditawari Airlangga jadi menteri, JK bilang 'Yang tentukan itu Presiden'