Ketua MPR kritik pemerintahan Jokowi tak peka pada rakyatnya
Zulkifli meminta kepada pemerintah lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang ada di pelosok dan daerah-daerah.
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat yang labil. Dampaknya bahan-bahan pokok masyarakat melambung dan semakin tak terjangkau. Kondisi ini dikritisi Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang menyebut pemerintah tidak hadir di tengah masyarakat.
"Sekarang kita lihat, rakyat sulit betul akibat kenaikan harga dan melemahnya rupiah," kata Zulkifli ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung, Rabu (8/4).
Politisi PAN ini menyampaikan, agar Presiden Joko Widodo untuk bisa merasakan kesulitan masyarakat saat ini. "Saya meminta pemerintah hadir di tengah-tengah rakyat," ujarnya.
Menurut dia, Jokowi tidak bisa dikatakan bisa merasakan kondisi masyarakat. Sebab pemandangan terbalik justru dipertontonkan dengan adanya upaya penambahan tunjangan duit kendaraan untuk pejabat.
Untung saja ketika kritik menghujam Jokowi, pemerintah langsung akan mencabut Perpres yang mengatur tentang penambahan uang muka pembelian kendaraan tersebut.
"Oleh karena itu saya dari awal selalu meminta tunjangan mobil pejabat dibatalkan dan itu sudah dibatalkan," terangnya.
Dia meminta kepada pemerintah lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang ada di pelosok dan daerah-daerah. Mereka merasa tercekik dengan kondisi ekonomi sekarang ini.
"Coba datang ke desa-desa, rakyat sudah luar biasa sulitnya. Apakah nanti ditingkatkan bantuan sosialnya, raskinnya, harga-hara diturunkan atau dibanjiri beras agar harga turun. Intinya pemerintah harus lakukan sesuatu. Pemerintah harus hadir di tengah-tengah rakyat yang menghadapi kesulitan," jelasnya.(mdk/hhw)