LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ketua KPI Sebut Media Mainstream Bisa Sebarkan Hoaks dari Media Sosial

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis menilai media mainstream saat ini juga berperan dalam menyebarkan berita palsu atau hoaks.

2018-12-18 22:32:00
televisi
Advertisement

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis menilai media mainstream saat ini juga berperan dalam menyebarkan berita palsu atau hoaks. Pasalnya, menurut dia, tayangan televisi kini banyak yang menayangkan konten mengandung informasi dari sejumlah akun media sosial yang belum jelas kebenarannya.

"Sekarang perilaku sudah berubah, dulu dari media mainstream masuk ke sosial media. Tapi sekarang ada beberapa (informasi) sosial media yang masuk ke dalam industri penyiaran," kata Yuliandre Darwis di Universitas Negeri Jakarta Rawamangun Jakarta Timur, Selasa (18/12).

Salah satu contohnya adalah banyak program televisi yang menayangkan berita bersumber dari salah satu akun gosip. Untuk itu, Yuliandre meminta agar lembaga penyiaran jeli dalam melakukan verifikasi terhadap seluruh konten yang ditayangkan pada media mainstream.

Advertisement

"Nah inilah yang kami anggap setiap lembaga penyiaran harus memverified setiap yang namanya konten yang masuk ke dunia TV," ucapnya.

Dia mengatakan dalam memuat konten yang akan disampaikan kepada khalayak, televisi maupun radio telah mendapatkan pengawasan dari regulator. Sehingga, seharusnya informasi apapun yang dimuat di dua jenis media mainstream itu bisa dipercaya.

"Karena dunia TV dan radio itu diawasi dengan regulasi, jelas aturannya, verifikasi faktualnya dan validitasnya juga teruji," jelasnya.

Advertisement

Yuliandre meyakini meskipun ada beberapa konten dalam tayangan televisi yang mengambil informasi dari media sosial, namun mayoritas dari media mainstream telah memiliki sistem pengujian konten yang mumpuni.

"Jadi kami pastikan kalau di media mainstream rata-rata quality control dari masing-masing media sudah bekerja dengan baik," tegas dia.

Reporter: Lisza Egeham

Sumber : Liputan6.com

Baca juga:
Menko Wiranto Minta UU Penyiaran Segera Direvisi Karena Sudah Usang
KPI DKI Jakarta: citra Betawi di media televisi masih negatif
Pererat silaturahmi, SCM dan Emtek Group buka puasa bersama otoritas penyiaran
Pesbukers pindah jam tayang, Eko Patrio menampik bukan karena teguran KPI
Acara 'PESBUKERS' Ditegur KPI, Elly Sugigi Mengaku Salah dan Minta Maaf

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.