Ketua Komisi VI DPR Sebut Eks Menkes Terawan Pernah Tolak Beli Vaksin Sinovac
Namun, Ketua DPP PKB ini tidak menyebutkan alasan mengapa Terawan tidak meneken kontrak tersebut.
Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Reza mengungkap, mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menolak meneken kontrak dengan sejumlah perusahaan pengembang vaksin. Sehingga Indonesia gagal mendapatkan beberapa vaksin tersebut.
"Baik Sinopharm, Sinovac dan Astrazeneca yang kabarnya gagal karena menkes sebelumnya tidak mau tanda tangan dan ini semua tentu jadi catatan," ujar Faisol dikutip dari siaran YouTube, Selasa (29/12).
Namun, Ketua DPP PKB ini tidak menyebutkan alasan mengapa Terawan tidak meneken kontrak tersebut.
Faisol menyampaikan informasi demikian dalam konteks penunjukan Budi Gunadi Sadikin sebagai pengganti Terawan sebagai Menkes.
Menurutnya, Budi diangkat karena kerjanya sebagai Wakil Menteri BUMN berperan dalam penanganan Covid-19. Misalnya menyediakan Wisma Atlet, Konsolidasi Rumah Sakit milik BUMN. Serta upaya pembelian vaksin Covid-19.
"Kalau vaksinasi perubahan Menkes dengan Budi Sadikin mungkin lebih praktis menurut saya. Karena sebagai Wamen BUMN Budi Sadikin beberapa bulan terakhir berkecimpung sangat dalam urusan penanganan Covid-19," ujar Faisol.
"Menyediakan wisma atlet misalnya RS modular, konsolidasi RS bumn dari 70 RS dalam satu induk di mana IHC menjadi leading company, kemudian upaya melakukan pembelian vaksin," jelasnya.
Baca juga:
Penjelasan Menkes Soal Tahapan Vaksinasi Covid-19 Dimulai Januari 2021
Tiap Warga Wuhan Dapat Dua Suntikan Vaksin Covid-19
Berikut Urutan Penerima Vaksinasi Covid-19, Pertama untuk 1,3 Juta Tenaga Kesehatan
Pemerintah Jamin Keamanan dan Kualitas Vaksin Covid-19 Terjaga
Pemerintah Kerja Sama Dengan GAVI Siapkan 16 Juta Dosis Vaksin Corona untuk Indonesia