LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ketua Komisi I tegaskan Amerika tak perlu ikut campur atasi teroris di Indonesia

Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari menilai pemerintah Indonesia tak membutuhkan bantuan Amerika Serikat (AS) buat mengatasi aksi teror yang belakangan terjadi di tanah air. Pernyataan tersebut dikemukakan Kharis di sela menghadiri Pameran Foto Refleksi Peristiwa Mei 1998, di Monumen Pers, Solo, Kamis (17/5).

2018-05-17 12:12:22
Terorisme
Advertisement

Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari menilai pemerintah Indonesia tak membutuhkan bantuan Amerika Serikat (AS) buat mengatasi aksi teror yang belakangan terjadi di tanah air. Pernyataan tersebut dikemukakan Kharis di sela menghadiri Pameran Foto Refleksi Peristiwa Mei 1998, di Monumen Pers, Solo, Kamis (17/5).

"Kita tidak butuh bantuan orang lain, kita bisa tangani sendiri. Negara lain tidak perlu campur tangan, seperti halnya negara kita tidak pernah mencampuri urusan Amerika, kita harus tegas. Kita tidak mau diintervensi orang sebagaimana kita tidak mengintervensi orang lain," ujarnya.

Menurut Kharis, hal tersebut sesuai dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Dia menilai Indonesia mempunyai kemampuan yang lebih dari cukup dalam penanganan terorisme.

Advertisement

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat menawarkan diri membantu Indonesia untuk melakukan investigasi dalam mengungkap dalang teror yang terjadi belakangan ini. Tawaran tersebut disampaikan Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Erin Mckee, dalam sebuah kesempatan belum lama ini.

Dalam dua pekan terakhir, aksi teror di Indonesia marak terjadi. Bermula dari kerusuhan para napi teroris di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, yang mengakibatkan 5 anggota Polri gugur.

Kemudian bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya. Aksi teror itu dilakukan oleh satu keluarga. Kemudian bom bunuh diri juga terjadi di Polresta Surabaya. Terakhir, aksi teror terjadi di Mapolda Riau.

Advertisement

Baca juga:
Cegah terorisme, Wagub Sandiaga minta RT dan RW hidupkan siskamling
Seorang wanita terobos garis polisi TKP penangkapan terduga teroris di Tangerang
Warga pergoki perempuan terobos garis polisi TKP penangkapan teroris Tangerang
Bertemu dai muda, Wiranto sampaikan DPR ketok revisi UU Terorisme pekan ini
Kisah anak pelaku bom Surabaya, sering diajak jihad oleh ayahnya

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.