Ketua KNKT: Isi CVR Sukhoi sudah ditranskrip
Namun isi transkrip tersebut dilarang untuk diungkapkan kepada publik.
Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih akan meneliti isi Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor. Sedangkan data Cockpit Voice Recorder (CVR) yang ditemukan terlebih dulu sudah selesai ditranskrip.
"CVR sudah dibuat transkip, diterjemahkan oleh saudara Vladmir (Vladimir N Lavrov, chief designer Sukhoi). Sudah hampir selesai," kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (31/5).
Namun dia menegaskan, isi transkrip tersebut dilarang untuk diungkapkan kepada publik. "Itu sudah diatur dalam UU Penerbangan dan peraturan internasional," jelas Tatang.
Hasil investigasi, lanjut Tatang, sudah diatur dalam peraturan internasional ditetapkan dalam waktu 12 bulan. "Bisa lebih. Kalau lebih cepat lebih bagus," tukasnya.
Setelah semua data terkumpul dan analisa selesai, hasil investigasi akan dibuat dalam bentuk rekomendasi keselamatan. "Pelajaran keselamatan bisa diambil dari sini. Bukan menunjuk siapa yang salah," pungkasnya.(mdk/bal)