LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ketua DPRD DKI terobos garis polisi temui penyidik Bareskrim

Penyidik geledah sekretariat Komisi E dan ruang kerja Haji Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta.

2015-04-27 20:39:48
Korupsi Pengadaan UPS
Advertisement

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mendatangi Gedung DPRD DKI Jakarta pada pukul 19.47 WIB setelah mendengar gedung tempatnya berkantor digeledah polisi. Dengan menggunakan kemeja putih dan celana panjang jins, dia menghampiri penyidik di ruang Sekretariat Komisi E Gedung DPRD DKI Jakarta.

Prasetio menjelaskan, kedatangannya malam-malam ke Gedung DPRD DKI Jakarta untuk memastikan informasi terkait penggeledahan oleh Bareskrim Mabes Polri. Bahkan, dia mengaku baru datang dari luar kota dan langsung menuju kantornya. Bahkan Prasetio tak segan untuk menerobos garis polisi untuk menemui penyidik Bareskrim.

‎"Penggeledahan dilakukan dari Bareskrim, saya dari bandara langsung ke sini, ini terjadi penggeledahan terkait UPS, tapi saya belum tahu apa yang diselidiki.‎ Izinnya ada dari penyidik Bareskrim Polri," ungkapnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/4).

Dia menambahkan, penggeledahan terjadi di tiga titik, pertama sekretariat Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ruang Kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana di lantai 9 Gedung DPRD DKI Jakarta dan Ruang Kerja Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fahmi Zulfikar Hasibuan di lantai 5 Gedung DPRD DKI Jakarta.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, penggeledahan dilakukan bersamaan dengan jadwal pemanggilan Abraham atau akrab disapa Lulung dan Fahmi. Penggeledahan ini dilakukan pada pukul 14.00 WIB.

"Sahabat saya Fahmi dan Lulung dipanggil Bareskrim, dan jam 14.00 WIB terjadi penggeledahan. Saya enggak lihat ruangan siapa saja yang diperiksa, karena baru ke Komisi E," jelasnya.

Prasetio menegaskan, dalam permasalahan hukum tidak ada orang yang bisa bebas sesuka hati. Untuk itu dia mengimbau semua pihak belajar akan adanya kasus UPS ini.

"Saya belum bisa menyatakan sikap, tapi siapapun tidak ada kebal hukum, tapi mudah-mudahan ada pelajaran yang terbaik. Saya belum berkomunikasi dengan beliau (Fahmi dan Lulung)," tutupnya.

Baca juga:
Polisi bawa dua tas dari ruangan Haji Lulung, HP staf juga diperiksa
Kasus UPS, polisi geledah ruangan Haji Lulung & Komisi E DPRD DKI
Kantor digeledah Bareskrim, Lulung yakin tak terlibat kasus UPS
Lagi di Manado, Lulung tak tahu kantornya digeledah Bareskrim
Selain ruangan Haji Lulung, Bareskrim juga geledah Komisi E DPRD DKI

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.