Ketua DPR: Pancasila merupakan titik temu kebhinekaan dan kemajemukan bangsa
"Di Indonesia, Islam dan demokrasi dapat berjalan seiring dan saling mengisi," kata Bamsoet.
Ketua DPR Bambang Soesatyo menghadiri acara Maulud Nabi di Pesantren Jagat Arasy, BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (10/2). Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, juga menandatangani prasasti 'Green Campus' bersama Mursyid Tareqat Qadiriyah Naqsabandiyah Syekh Abah Gaos dari Suryalaya.
Bamsoet mengaku bersyukur karena Indonesia bisa bertahan sebagai bangsa yang kuat. Menurutnya, hal itu tak terlepas dari Pancasila yang menjadi falsafah dan ideologi dalam berbangsa.
"Pancasila merupakan titik temu dari kebinekaan dan kemajemukan kita sebagai bangsa," kata politikus kelahiran 10 September 1962 itu.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang berhasil menjalankan sistem demokrasi. Bamsoet menilai pesantren salah satu lembaga pendidikan mempunyai kedudukan yang penting.
"Di Indonesia, Islam dan demokrasi dapat berjalan seiring dan saling mengisi. Dengan demokrasi yang stabil, pembangunan ekonomi untuk kemakmuran bisa diwujudkan," tutur dia.
"Melalui pesantren, bisa dikembangkan ilmu pengetahuan dan etos kemajuan yang dilandasi keimanan dan akhlak yang mulia. Dengan demikian ilmu pengetahuan tidak tercerabut dari etika dan moral agama," tambah Bamsoet.
Indonesia, lanjut dia, juga memiliki organisasi keagamaan yang moderat dan hampir semuanya terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Dengan demikian, ormas Islam tersebur merasakan pahit getirnya melawan penjajah guna merebut kemerdekaan dan menegakkan keadilan.
"Karena itu, bagi umat Islam, Pancasila dan NKRI adalah harga mati. Umat Islam akan berada di garda terdepan dalam menghadapi setiap upaya yang ingin mengganti Pancasila serta mengancam keutuhan NKRI," jelas dia.
(mdk/ded)