Ketua DPR minta pemerintah tingkatkan skala operasi bantuan di Sulteng
Politisi Golkar itu menambahkan, banyak pasien yang terpaksa dirawat di ruang terbuka. Selain itu, dia menambahkan, warga yang masih trauma dan khawatir akan ada gempa susulan belum berani kembali ke rumah.
Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah, TNI dan Polri meningkatkan skala operasi bantuan di Sulawesi Tengah pascagempa bumi dan tsunami pada Jumat lalu (28/9). Menurutnya, peningkatan skala operasi diperlukan demi mengurangi beban penderitaan para warga yang menjadi korban bencana alam, khususnya di wilayah Palu dan Donggala.
"Skala operasi bantuan atau pertolongan bagi warga Palu dan Donggala yang terdampak gempa dan tsunami perlu ditingkatkan. Pimpinan DPR sangat prihatin karena hingga Sabtu (29/9) malam tadi, sejumlah warga Kota Palu harus tidur di pinggir jalan tanpa alas dan penutup," ujar Bambang di Jakarta, Minggu (30/9).
Politisi Golkar itu menambahkan, banyak pasien yang terpaksa dirawat di ruang terbuka. Selain itu, dia menambahkan, warga yang masih trauma dan khawatir akan ada gempa susulan belum berani kembali ke rumah.
Oleh karena itu, kemungkinan besar warga terdampak bencana akan terus berada di luar rumah selama beberapa hari ke depan, sehingga mereka sangat memerlukan tenda dan selimut terutama pada malam hari.
"Regu penolong hendaknya segera berupaya menyediakan kebutuhan ini," ujar Bambang yang akrab disapa Bamsoet.
Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan, banyak hal yang harus ditangani pascabencana di Sulteng. Di sisi lain, jumlah warga yang memerlukan pertolongan sangat banyak.
"Kebutuhan yang dirasakan sangat mendesak adalah mendirikan rumah sakit sementara atau darurat, serta menyediakan ruang yang layak untuk menampung anak-anak. Pekerjaan lainnya yang juga mendesak adalah pemakaman untuk ratusan korban jiwa yang meninggal," katanya.
Dia menjelaskan, sejumlah pekerjaan menjadi tidak mudah dilaksanakan karena sulitnya akses menyalurkan bantuan, ketiadaan daya listrik dan lumpuhnya sarana telekomunikasi.
"Karena alasan-alasan itulah skala operasi bantuan bagi warga terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala perlu ditingkatkan," jelasnya.
Dalam pandangan Bamsoet, TNI dan Polri bisa dilibatkan dalam operasi itu. Sebab, baik TNI maupun Polri sangat berpengalaman untuk melaksanakan operasi bantuan di daerah bencana.
"Karena itu pimpinan DPR mengharapkan Panglima TNI dan Kapolri bisa mengerahkan lebih banyak prajurit ke lokasi bencana untuk membantu warga dengan mendirikan tenda-tenda darurat hingga rumah sakit sementara," pungkasnya.
Baca juga:
125 Personel gabungan PLN Sulawesi tiba di Palu percepat pemulihan pasokan listrik
Menteri Jonan pimpin koordinasi penanganan pasca tsunami Palu
NasDem kirim 100 tenaga medis ke Palu dan Donggala
209 Kali gempa susulan terjadi di Palu dan Donggala
Tiba di Makassar, korban gempa Sulteng dievakuasi ke rumah sakit
Pasca gempa & tsunami di Palu, Gubernur tetapkan 14 hari masa tanggap darurat