LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ketua Dakwah MUI: Bersalawat tak menutup aurat mengurangi etika dan tak sopan

"Sebaiknya menggunakan metode dakwah yang lebih elegan dan tak melanggar etika beragama. Mari kita coba tirukan cara kita bersalawat kepada Rasulullah," tegas Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Muhammad Cholil Nafis.

2018-09-13 08:15:35
Hiburan malam
Advertisement

Sosok KH Miftah Maulana Habibburahman atau Gus Miftah sedang ramai diperbincangkan. Dia berceramah di sebuah kelab malam.

Tak hanya menyampaikan tausiah, dia mengajak yang hadir di klub di kawasan Bali itu bersalawat dan bertakbir bersama. Dari sejumlah video yang beredar, saat itu tampak puluhan wanita bergaun merah sedikit terbuka seksama mendengarkan ceramah Gus Miftah. Mereka juga tak sungkan bersalawat dan mengumandangkan takbir mengikuti Gus Miftah yang berdiri di depan panggung kecil.

Caranya berdakwah kemudian menuai pro dan kontra. Ada yang mendukung, namun tak sedikit yang menilai kurang tepat.

Advertisement

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan pandangannya. Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, Muhammad Cholil Nafis, menyebut melafalkan salawat adalah suatu kebaikan dan bernilai ibadah. Sehingga, katanya, kuranglah etis jika saat bersalawat kita tidak menutup aurat dengan benar.

"Apakah etis kita bersalawat, beribadah sedangkan kita dalam keadaan tidak menutup aurat. Apalagi terkesan buka-bukaan," katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (13/9).

"Memang ini tidak sampai murtad dan keluar dari Islam, tapi bersalawat dalam kondisi yang tidak sopan secara ibadah tidak menutup aurat, di tempat yang tak layak itu mengurangi etika dan sopan santun bersalawat kepada Rasulullah," sambung dia.

Advertisement

Cholis menceritakan bagaimana kemuliaan bersalawat. Dia beharap, cara-cara bersalawat kepada Rasulullah, dilakukan seusai dengan yang baik dan benar.

"Membaca salawat, mengerti dapat pahala, tidak mengerti pun dapat pahala. Dan Allah mengkhususkan salawat itu dengan mencantumkan dirinya juga bersalawat kepada Rasulullah. Dan saat Allah bersalawat, itu juga mencantumkan tata cara sopan menyebutnya. Ya Nabi Allah, tidak disebut namanya langsung Muhammad, tidak. Itu dari sisi bersalawat," jelas Cholil.

Terkait cara bersalawat yang dilakukan Gus Miftah di sebuah klub malam di Bali, dia menyaranakan menjadi sangat baik bila dilakukan dengan cara-cara yang tidak melanggar etika agama

"Sebaiknya menggunakan metode dakwah yang lebih elegan dan tak melanggar etika beragama. Mari kita coba tirukan cara kita bersalawat kepada Rasulullah," tegas Cholil.

Terpisah, ditemui di Pondok Pesantren Ora Aji, Dusun Tundan, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Gus Miftah mengaku berceramah di tempat hiburan malam bukan hal baru.

"Sudah delapan tahun ini (memberikan ceramah di Boshe Bali). Setiap tahun selalu ceramah di Boshe Bali. Pas acara ulang tahun atau acara lainnya. Selonggar waktunya tapi rutin mengisi di sana," ujar lelaki berusia 37 tahun ini, Rabu (12/9).

Gus Miftah menerangkan, selain di Bali, beberapa kelab malam di berbagai daerah juga pernah menjadi tempatnya berceramah. Bahkan di Yogyakarta, Gus Miftah sudah sejak belasan tahun yang lalu rutin menggelar ceramah dan selawatan di tempat hiburan malam.

"Di Boshe Yogyakarta, rutin saya isi (ceramah). Dua pekan sekali saya isi biasanya. Kelab dan kafe lain di Yogyakarta juga rutin saya pakai ceramah. Sudah sejak 12-13 tahun yang lalu saya lakukan," ungkap Gus Miftah.

Baca juga:
Penjelasan manajemen soal kegiatan salawat dan takbir bersama di dalam diskotek
Viral ustaz ajak pengunjung diskotek salawat dan takbir bersama

Selain berdakwah, Gus Miftah juga biasa salat berjemaah di kelab malam
Gus Miftah sudah belasan tahun ceramah di kelab malam dan lokalisasi

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.