LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ketika Soekarno marah istrinya dibilang 'lonte' oleh mahasiswa

Kau tahu rumah Ibu Hartini dicoreti 'Lonte Agung', 'Gerwani Agung'. Kau tahu apa artinya lonte?

2015-10-01 07:35:00
G30S
Advertisement

Setelah Gerakan 30 September gagal, kemarahan rakyat pada Partai Komunis Indonesia meledak. Para mahasiswa setiap hari berdemo di kantor-kantor menteri dan jalanan Kota Jakarta.

Mereka meminta Presiden Soekarno menurunkan harga, membubarkan PKI dan merombak kabinet Dwikora.

Kadang mahasiswa juga berdandan dengan kimono untuk menyindir istri Soekarno Ratna Sari Dewi alias Naoko Nemoto yang mereka sindir sebagai 'hadiah' dari Jepang. Tak cuma itu, rumah Hartini pun dicoret-coret dengan tulisan 'Lonte Agung'. Lonte artinya wanita murahan atau wanita penghibur.

Jelas Soekarno mengamuk. Dia kemudian memanggil perwakilan-perwakilan mahasiswa yang sering berdemo.

"Mana PMKRI? Kamu tahu apa yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa di rumah Ibu Hartini? Kau tahu rumah Ibu Hartini dicoreti 'Lonte Agung', 'Gerwani Agung'. Kau tahu apa artinya lonte? Dia istriku dan aku adalah Bapakmu! Jadi dia ibumu juga!" kata Soekarno.

Hal itu dikisahkan Soe Hok Gie dalam Catatan Harian Seorang Demonstran. Selain Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia atau PMKRI, Soeharto juga memarahi anak-anak Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI.

"Inikah yang diajarkan Yesus pada kalian? Mana HMI? Apakah ini ajaran Nabi Muhammad?" bentak Soekarno.

Perwakilan PMKRI menepis tudingan itu. Mereka mengaku yang mencoret-coret rumah Hartini memang mengenakan atribut PMKRI. Namun orang itu bukan anggota PMKRI tapi Pemuda Rakyat. Pemuda Rakyat adalah organisasi kepemudaan yang sering dicap underbouw PKI. PMKRI menyilakan agar aparat mengkonfrontir pelakunya.

"Mendengar itu Soekarno terdiam," kata Gie.

Para menteri Kabinet Dwikora yang tak mampu kerja dan hanya pesta pora juga jadi sasaran para mahasiswa. Biasanya mereka bernyanyi di depan rumah para menteri.

"Win kawin kawin, ada menteri tukang kawin..." nyanyi mereka.

Kelak aksi inilah yang menumbangkan Orde Lama dan menggantikannya dengan Orde Baru. Sejarah berulang, Orde Baru pun akhirnya tumbang oleh mahasiswa.

Baca juga:
Video: Menyibak misteri Letkol Untung dan G30S
Kisah RPKAD rebut RRI cuma 20 menit dari tangan PKI
Sjam Kamaruzaman, sosok yang 'menipu' Letkol Untung & Aidit di G30S
Ratna Sari Dewi ungkap alasan CIA ingin bunuh Soekarno

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.