Ketika momen Piala Dunia jadi ajang kampanye Prabowo & Jokowi
Metode blusukan capres-cawapres ke komunitas penggemar sepakbola juga efektif dalam meraih simpati penggemar bola.
Sepekan lagi pesta akbar sepakbola sejagat akan digelar di Brasil. Ini kali kedua Brasil menjadi tuan rumah dalam menyelenggarakan turnamen tersebut. 32 Negara akan ambil bagian dalam ajang empat tahunan ini.
Atmosfer Piala Dunia tidak hanya dirasakan oleh negara-negara peserta Piala Dunia. Indonesia juga tak kalah hebohnya menyambut turnamen internasional tersebut.
Kebetulan, berlangsungnya Piala Dunia bertepatan dengan momen kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Momen Piala Dunia tentu saja tak ingin disia-siakan oleh para pasangan capres-cawapres, Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Akan ada politisasi Piala Dunia.
Kubu Prabowo-Hatta misalnya, sudah jauh-jauh hari menyiapkan sejumlah agenda nonton bareng (nobar). Pasangan ini ingin menarik massa lewat ajang Piala Dunia. Seperti Relawan Soekarno Muda pendukung Prabowo-Hatta di Jawa Timur. Relawan ini akan menggelar nobar Piala Dunia 2014 di 38 kabupaten dan kota di Jatim.
Pasangan Jokowi-JK tak mau kalah. Sabtu (7/6) kemarin, sebuah truk berisi layar LED berukuran 32 meter persegi diluncurkan. Truk itu akan digunakan untuk nobar Piala Dunia. Di bawah layar sudah dipasang baliho bergambar Jokowi-JK yang terbentang di badan truk.
Truk itu sudah diluncurkan di Bogor kemarin. Truk itu akan keliling wilayah Bogor untuk mengampanyekan pasangan Jokowi-JK.
Topik pilihan: Pilpres | Capres 2014 | Piala Dunia 2014
Menurut pengamat komunikasi politik Ari Junaedi, acara nobar dan siaran langsung pertandingan sepakbola di televisi akan dimaksimalkan masing-masing tim sukses capres-cawapres. Iklan-iklan capres-cawapres pasti akan memenuhi waktu jeda di siaran pertandingan.
"Para kreatif iklan pasti melihat adanya peluang saat pusat perhatian pemirsa layar kaca tertuju kepada sepakbola. Istirahat pertandingan 15 menit pasti akan digunakan siaran iklan capres-cawapres. Karena sepakbola lebih bersifat maskulin, maka strategi iklannya harus menunjukkan kecintaan kepada sepakbola," kata Ari Junaedi kepada merdeka.com, Minggu (8/6).
Menurut pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip) ini, metode blusukkan capres-cawapres ke komunitas penggemar sepakbola juga efektif dalam meraih simpati penggemar bola. "Kalau Jokowi bisa mendekati The Jakmania lewat nonton bersama, maka Prabowo juga bisa merangkul The Viking dalam menyaksikan siaran sepak bola bersama. The Jakmania adalah pendukung fanatik Persija Jakarta, sedangkan The Viking adalah penggemar loyal Persib Bandung. Bisa juga markas tim pemenangan Prabowo-Hatta di Rumah Polonia dijadikan tempat nobar atau sekretariat relawan pendukung Jokowi-JK digunakan tempat nonton bersama. Itulah kreativitas kampanye," jelas Ari.
Baca juga:
Dua 'kartu kuning' untuk tvOne di musim pemilu
Jokowi mulai balas serang Prabowo
Bawaslu: Jokowi tidak melakukan pelanggaran kampanye
Kampanye di Bogor, Jokowi bagi-bagi pin dan kaos ke pedagang