Kesurupan saat tari keris, Pande malah tertusuk keris
Kesurupan saat tari keris, Pande malah tertusuk keris. Nahas dialami oleh Putu Pande Kusuma Jana (15), seorang pelajar yang baru tamat SMP asal Dusun Sumber Batok, Desa Sumber kelampok, di Buleleng, Bali. Dia dilarikan ke RSU Negara di Jembrana karena dadanya tertusuk keris sedalam 3 sentimeter.
Nahas dialami oleh Putu Pande Kusuma Jana (15), seorang pelajar yang baru tamat SMP asal Dusun Sumber Batok, Desa Sumber kelompok, di Buleleng.
Dia dilarikan ke RSU Negara di Jembrana karena dadanya tertusuk keris sedalam 3 sentimeter saat menghadiri upacara persembahyangan dan 'ngayah' ritual tari keris.
Ditemui di kamar No 5 Sal D RSU Negara, Putu Pande didampingi ayahnya Made Arjana (33) mengatakan, kejadian naas yang menimpa dirinya terjadi pada Jumat (26/5) pukul 21.00 WITA.
Saat itu kata dia baru tiba dari Karangasem dan mendengar tetangganya ada ritual "Dewa Ayu" mesolah (menari). Saat itu dirinya muncul keinginannya untuk ikut ngayah mesolah menarikan keris.
Saat itu Dewa Ayu mesolah di acara odalan dan pecaruan di rumah tetangganya yang juga berasal dari Sraya Karangasem.
"Kami yang asal Sraya Karang Asem selalu ingin mempertahankan adat dan budaya Dewa Ayu mesolah ini. Jadi saya ikut waktu itu,” akunya.
Dalam rangkaian Dewa Ayu mesolah tersebut menurutnya banyak orang yang ngayah mesolah dengan menarikan keris sampai kesurupan, tidak terkecuali anaknya.
Ditambahkan Arjana, anaknya itu memang sudah pernah dua kali ikut ngayah mesolah Dewa Ayu, saat kejadian itu dirinya sebenarnya sudah memegangi anaknya yang kesurupan saat menari keris dan sedang menghujamkan keris ke dada kanan selama 15 menit.
"Saat anak saya menghujamkan keris ke dadanya, awalnya tidak apa-apa. Saat hujaman kedua itulah tiba-tiba terlihat dadanya berdarah. Tetapi anak saya masih dalam kondisi tidak sadar dan tidak merasakan sama sekali," terang Arjana, ayah Pande.
Mengetahui anaknya terluka, Dia kemudian segera melarikan ke Puskesmas Gilimanuk untuk mendapat penanganan awal dan kemudian dirujuk ke rumah sakit.
Menurut Arjana, luka di dada anaknya sedalam 3 cm. "Yang kami takutkan luka anak saya infeksi karena kena tusukan keris," keluh Arjana.
Arjana mengatakan putranya itu sudah dua tahun ikut ngayah (nari) jika Dewa Ayu mesolah. Keluarga yang berasal dari Sraya Karangasem katanya pasti menggelar sesoalahan ini jika memiliki hajatan.
Karena harus ada banten (sajen) Dewa Ayu namanya banten paneman. Hal ini wajib dilaksanakan karena jika tidak kuatir terjadi masalah dan menjadi sakit.
"Ya namanya seperti panggilan gaib, harus ikut. Habis ngayah biasanya memang terasa sangat capek," tandasnya.
Baca juga:
Puluhan warga desa kesurupan gara-gara boneka voodoo
Ahokers kesurupan teriak-teriak bilang 'Ahok tak salah, harus bebas'
Puluhan siswi SMP PGRI 2 Denpasar kesurupan
Selama 5 hari, belasan siswa SMKN 5 Jembrana kesurupan bergantian
Puluhan warga adat kesurupan, jalur ke Pantai Kuta ditutup 5 jam