LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kesenjangan Pendidikan Antara Murid Kaya dan Miskin Semakin Besar Selama Pandemi

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan pandemi Covid-19 menimbulkan disparitas besar dalam dunia pendidikan. Paling menonjol, kesenjangan terjadi antara murid dari keluarga kaya dan murid keluarga menengah, miskin.

2021-01-23 12:44:50
Pendidikan Indonesia
Advertisement

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan pandemi Covid-19 menimbulkan disparitas atau kesenjangan besar dalam dunia pendidikan. Paling menonjol, kesenjangan terjadi antara murid dari keluarga kaya dan murid keluarga menengah, miskin.

Selama pandemi, imbuh Retno, pembelajaran dilakukan secara daring. Sementara tidak semua murid memiliki akses atau fasilitas belajar secara daring.

"Muncul disparitas digital yang sangat lebar antara anak dari keluarga kaya dan keluarga menengah ke bawah apalagi miskin. Ada korelasi kondisi ekonomi yang mempengaruhi PJJ (pembelajaran jarak jauh)," ujar Retno, Sabtu (23/1).

Advertisement

Kendati pemerintah telah menyokong pendidikan dengan cara memberikan subsidi kuota bagi pelajar dan murid, upaya itu dinilai tidak tepat.

Retno mengatakan, masih banyak murid yang tinggal di mana sulit mendapat sinyal internet, blank spot. Kemudian, tidak sedikit murid dan guru memiliki perangkat yang tidak memadai untuk menunjang pembelajaran secara jarak jauh.

"Misalnya gawai mereka jadul, tidak bisa untuk mendownload apps zoom meeting atau google meeting," imbuhnya.

Advertisement

Terparah, kata Retno, masih ada guru atau murid tidak memiliki akses sama sekali sebagai penunjang PJJ. Mereka tinggal di wilayah tanpa ada sinyal, dan tidak memiliki gawai.

Untuk itu, menurut Retno pemerintah harusnya memetakan setiap masalah dan kebutuhan murid di setiap wilayah. Sehingga subsidi kuota yang telah diberikan kepada tepat sasaran.

"Harus dipikirkan. Harus ada pemetaan kebutuhan yang enggak bisa dapat bantuan kuota ada bantuan lain sebagai ganti kuota, belikan alat daring," tandasnya.

Baca juga:
PPKM Diberlakukan, Jumlah Sekolah Siap Belajar Tatap Muka Tinggal 14 Persen
Bantuan Kuota Data Internet di 2020 Cetak Sejarah
Nadiem Sebut Hanya 15 Persen Anggaran Pendidikan Nasional Dikelola Kemendikbud
Ciri Khas Lagu Daerah yang Perlu Dilestarikan, Pahami Beberapa Fungsinya
Mendikbud Sebut Baru 15 Persen Sekolah Menerapkan Pembelajaran Tatap Muka
Korelasi adalah Nilai Kekuatan & Arah Hubungan Linier, Ini Pengertian Lengkapnya

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.