Kesal tak juga terbang, penumpang ancam laporkan Lion Air ke polisi
Ratusan penumpang merasa terbengkalai karena tidak juga terbang.
Sudah tiga hari terakhir penerbangan maskapai Lion Air mengalami penundaan atau delay. Kondisi itu membuat ratusan penumpang terlantar di sekitar Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.
Para penumpang kesal karena Lion Air tidak juga memberikan kejelasan, bahkan mereka mengancam akan melaporkan maskapai milik anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rusdi Kirana ke polisi.
"Ayo kita ke polsek saja laporin, karena ini bisa kita tuntut nih. Mereka Lion Air kita tuntut," ujar salah satu penumpang sembari berteriak kepada penumpang lainnya di Loket Lion Air Terminal 1A, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Jumat (20/2).
Mendengar itu, puluhan massa yang memasuki ruang loket sepakat dengan usulan tersebut. Bahkan mereka menyatakan siap menuju Polsek terdekat untuk melaporkan Lion Air secara pidana.
"Kalau ini kita udah emosi, kita enggak salah karena sudah lapor polisi," ajak penumpang lainnya.
Sebelumnya, penerbangan maskapai Lion Air mengalami delay sejak Rabu (18/2) siang lalu. Delay pun terus berlanjut hampir sepanjang Kamis (19/2) kemarin dan membuat sejumlah penumpang terlantar.
Beberapa alasan diungkap akibat penundaan tersebut, di antaranya menabrak burung, kerusakan mesin hingga aksi mogok yang dilakukan pilot Lion Air. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Lion Air terkait delay tersebut.
Baca juga:
Penumpang Lion Air di Terminal 3 surati Menteri Jonan, ini isinya
Lion Air delay parah, DPR minta Menteri Jonan audit seluruh maskapai
Dinilai tak siap pesawat cadangan, Lion Air berkilah dalam perbaikan
Netizen memelesetkan nama maskapai Lion Air menjadi Lie On Air
Anggota DPR ini juga jadi korban Lion Air delay
Kemenhub: Lion Air tak kooperatif
Lion Air Solo-Jakarta delay lagi, penumpang beralih ke pesawat lain