Kesal makanan nenek tidak sesuai selera, Cholis bakar kasur di rumahnya
"Ini sudah yang ketiga kalinya kami dibuat resah. Hampir saja, kami semua jadi korban (karena kebakaran). Untung saja, warga sigap," kata Ketua RT 09, Kosnami, ditemui wartawan, Sabtu (22/9).
Cholis Arrahman (23), warga Jalan M Said RT 08, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, berurusan dengan polisi. Gara-garanya, dia nekat membakar kasur, lantaran masakan sang nenek tidak sesuai seleranya. Ulah Cholis bikin panik warga.
Keterangan diperoleh, peristiwa itu terjadi Jumat (21/9) sore kemarin. Warga mendengar pertengkaran dari rumah Cholis yang dihuni bersama neneknya.
Di sela pertengkaran itu, terlihat kepulan asap tebal. Warga menduga, Cholis membakar barang yang ada di dalam rumahnya. Sebagai hukuman, warga menyergap Cholis dan menyiram kobaran api yang sudah menyambar dinding rumahnya.
Cholis sebelumnya meminta neneknya memasakkan makanan. Usai disajikan sang nenek, Cholis mendadak mengamuk dengan alasan masakan sang nenek, tidak sesuai seleranya. Imbasnya, dia nekat membakar kasur di dalam rumahnya.
"Ini sudah yang ketiga kalinya kami dibuat resah. Hampir saja, kami semua jadi korban (karena kebakaran). Untung saja, warga sigap," kata Ketua RT 09, Kosnami, ditemui wartawan, Sabtu (22/9).
Sempat mencuat dugaan, Cholis menderita kelainan jiwa. Warga kesal, dan meminta kepolisian bertindak. Kosnami sendiri menepis dugaan Cholis kelainan jiwa.
"Bahaya kalau dibiarkan terus. Mudah-mudahan dia bisa jera. Setahu saya, dia tidak gila," ungkap Kosnami.
Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol I Ketut Gede Suardana, membenarkan peristiwa itu. Meski sempat diamankan, namun keluarga Choli, memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan.
"Iya benar. Malam tadi juga, sudah diselesaikan, dibawa keluarganya ke daerah Loa Janan, karena diselesaikan secara kekeluargaan saja," jelas Gede.
Baca juga:
Puluhan orang terpaksa mengungsi pascakebakaran landa hunian di Samarinda
KLHK kembali segel 400 hektare lahan lebih yang terbakar di Kalbar
Aksi prajurit Koramil Woha bantu atasi kebakaran rumah warga
Kena percikan api, lima kapal nelayan di Pekalongan terbakar
Dalam sehari, Samarinda dikepung 5 lokasi kebakaran hutan dan lahan
BMKG deteksi 157 titik panas di Sumatera