Kesal kanker rahim tak kunjung sembuh, penjual donat gantung diri
Kesal kanker rahim tak kunjung sembuh, penjual donat gantung diri. Suami korban, Mang Kudung (57) merupakan orang pertama menemukan istrinya tergantung saat tiba di rumah sepulang dari mencari rongsokan.
Seorang penjual donat, Aini (50) ditemukan tewas dengan posisi tergantung seutas tali di depan kamar rumahnya di Jalan Tembok Baru, Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Selasa (25/10) dini hari. Kuat dugaan, aksi nekat korban lantaran kesal penyakit kanker rahim yang dideritanya tak kunjung sembuh.
Suami korban, Mang Kudung (57) merupakan orang pertama menemukan istrinya tergantung saat tiba di rumah sepulang dari mencari rongsokan. Dia pun berteriak sehingga mengundang rasa ingin tahu warga sekitar.
Tak sanggup melihat kondisi korban, kedua anaknya Pasmar (30) dan Mislia (36) jatuh pingsan. Meski tersadar, Pasmar dan Mislia hanya berteriak sambil memukul lantai dan dinding rumahnya.
Menurut warga setempat, Andi (45), korban Aini telah lama mengidap kanker rahim. Keterbatasan biaya membuat perawatan seadanya sehingga tak membuahkan hasil positif.
"Bu Aini itu kena kanker rahim, setahu kami sudah lama. Mungkin karena itulah dia gantung diri, tak tahan lagi nanggung penyakit itu," ungkap Andi, Selasa (25/10).
Warga setempat dibuat kaget dengan peristiwa itu. Sebab, korban dikenal baik dan bergaul dengan lingkungan sekitar.
"Bu Aini orangnya baik. Kami tak nyangka bisa berbuat begitu," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan jasad korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan sehingga kematiannya murni gantung diri.
"Olah TKP selesai, tim inafis sudah ngecek. Dugaannya memang gantung diri, untuk motifnya belum tahu," tukasnya.(mdk/rhm)