Kesal barang pesanan kurang, warga Kampar bunuh bandar sabu
Kesal barang pesanan kurang, warga Kampar bunuh bandar sabu. Kasus itu terjadi karena pelaku tak senang dengan korban yang kurang dalam memberikan stok barang narkoba. Mereka berdua merupakan sesama bandar sabu.
Jajaran Polres Kampar menangkap pelaku pembunuhan berinisial AR (42) di rumahnya jalan Mandau Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. AR diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap Yusuf (50), warga Desa Kijang Jaya Kecamatan Tapung Hilir.
Kasus itu terjadi karena pelaku tak senang dengan korban yang kurang dalam memberikan stok barang narkoba. Mereka berdua merupakan sesama bandar sabu.
"Korban (Yusuf) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan akibat luka bacokan bagian kepalanya, pada Jumat kemarin pagi di Jalan Poros Desa Kijang Jaya," ujar Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto kepada merdeka.com, Sabtu (10/2).
Usai ditemukannya korban pembunuhan ini, tim gabungan dari Satreskrim Polres Kampar dan Polsek Tapung Hilir bergerak cepat melakukan penyelidikan. Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan mengumpulkan keterangan dari saksi, mulai terkuak siapa pelaku pembunuhan sadis tersebut.
"Hari yang sama pelaku ditangkap. Barang bukti berupa 1 motor Honda 150R warna, 1 motor Yamaha Vixon, sebilah parang, 2 Handphone Samsung lipat, 1 helai baju, 1 helai celana panjang," kata Deni.
Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Tapung Hilir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dari hasil interogasi, tersangka membunuh karena masalah narkoba. Dimana korban yang dikenalnya sebagai salah satu bandar sabu telah beberapa kali bertransaksi dengannya.
"Namun tidak pernah banyak dalam menyuplai barang kepadanya. Selain itu diduga dari transaksi tersebut ada permasalahan dalam pembayarannya sehingga timbul niat pelaku untuk menghabisi korban, dan penyidik masih mendalami keterangan ini," pungkas Deni.
Baca juga:
Duel maut, Made Rai tewas bersimbah darah ditebas pedang oleh Nyoman Suama
Polisi tembak pencuri motor yang tewaskan warga Ciracas
Jadi kebun sawit, luas hutan Taman Nasional Kutai menyusut 6.500 hektare
Sebab mati masih diselidiki, Orangutan dengan 74 peluru di kepala belum dikubur
Kisah dramatis evakuasi Orangutan Kaltim dengan 74 peluru bersarang di kepala
Dijerat pasal berlapis, siswa pembunuh guru di Sampang terancam 15 tahun penjara
Sadisnya pembantaian orangutan diberondong 130 pelor