LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kesaksian penumpang Express Air, oksigen kabin tiba-tiba bermasalah

Pesawat dengan nomor penerbangan XN 811 itu lepas landas di Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara Deo, Kota Sorong, dengan membawa penumpang 200 orang, tiga di antara bayi. Baru 15 menit di atas ketinggian, pesawat yang dipiloti Kapten Alberth Shayailatua mengalami insiden kekurangan oksigen.

2017-01-22 22:30:00
bandara soetta
Advertisement

Salah seorang penumpang pesawat Express Air XN 811 rute Jakarta-Sorong, Anang memberikan kesaksian atas peristiwa tekanan udara di kabin pesawat sehingga harus kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau return to base (RTB). Menurut Anang, crew pesawat memberikan pengumuman bahwa pesawat harus kembali mendarat dengan alasan teknis.

"Awalnya, para penumpang mendapat pengumuman bahwa pesawat tidak bisa melanjutkan perjalanannya karena kesalahan teknis yang tidak dijelaskan," ujar Anang menceritakan.

Setelah pramugari memberikan pengumuman harus mendarat kembali ke Soekarno-Hatta, tidak lama ketinggian pesawat turun secara tiba-tiba.

"Di situ telinga saya sakit sekali, lama sekali sakitnya," terangnya.

Ketika pesawat sedang turun secara mendadak, menurut dia, tidak keluar masker oksigen di atas bangku penumpang. Akibatnya, penumpang terpaksa menahan sendiri rasa sakit yang diakibatkan tekanan udara yang masuk ke dalam telinga dan kepala mereka.

"Saya kesakitan sekali saat itu, langsung mual pusing, lemas belum bisa tidur. Teman saya empat orang hidungnya mengeluarkan darah," tutur Anang.

Hingga kini, Anang mengaku, pihak maskapai membiayai dan menanggung kerugian yang dialami penumpang.

"Namun, kami sepakat enggak mau nerusin perjalanan pakai Express Air, masih trauma," ujarnya.

Sedangkan menurut penumpang Express Air lainnya, Zahrono Dawenang, penumpang yang terluka dan hidungnya mengeluarkan darah mencapai belasan orang.

"Kata siapa cuma lima, ada sekitar 15 orang yang mengalami pendarahan pada hidung," kata Zahrano.

Dia mengatakan, penyebab peristiwa itu terjadi karena ada kendala tekhnis di pesawat berupa suara bising dari baling-baling. Kemudian menyebabkan tekanan udara di kabin penumpang berkurang drastis.

"Jadi lama-lama tekanan udara berkurang, bising sekali awalnya," jelasnya.

Dalam insiden ini, kata dia, tak hanya ada penumpang yang mengeluarkan darah dari hidung, tetapi ada juga dari telinga. Namun karena kurangnya peralatan dokter di Bandara Soekarno-Hatta, para penumpang dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Jadi tidak hanya keluar dari hidung saja, ada yang dari telinga," ucapnya.

Diketahui sebelumnya, oksigen di kabin maskapai Express Air berkurang, Minggu (22/1) sekitar pukul 01.20 WIB. Pesawat dengan nomor penerbangan XN 811 itu lepas landas di Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara Deo, Kota Sorong, dengan membawa penumpang 200 orang, tiga di antara bayi.

Baru 15 menit di atas ketinggian, pesawat yang dipiloti Kapten Alberth Shayailatua mengalami insiden kekurangan oksigen. Saat dikonfirmasi, Kepala Otoritas Bandara Soekarno-Hatta Bagus Sunjoyo membenarkannya.

"Benar pesawat kembali atau return to base karena ada masalah dengan tekanan udara," ujarnya.

Baca juga:
5 Penumpang Express Air mengalami pendarahan di hidung
Oksigen kabin berkurang, Express Air balik ke Bandara Soekarno-Hatta
Bawa senpi & 5 peluru, penumpang di Bandara Soekarno Hatta diamankan
Warga keluhkan lampu ke arah Bandara Soekarno-Hatta banyak yang mati
Truk terjungkit di runway Bandara Cengkareng, 10 pesawat dialihkan

Advertisement
(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.