LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kesaksian Korban Selamat, Longsor di Karo Terjadi saat Mahasiswa Tidur

Korban selamat pada longsor di pemandian air panas di Karo memberi kesaksiannya terkait bencana yang menewaskan 7 mahasiswa dan melukai 9 lainnya itu. Mereka ternyata masih tidur saat bencana itu terjadi, Minggu (12/2) sekitar pukul 06.00 Wib.

2018-12-03 16:07:11
Tanah Longsor
Advertisement

Korban selamat pada longsor di pemandian air panas di Karo memberi kesaksiannya terkait bencana yang menewaskan 7 mahasiswa dan melukai 9 lainnya itu. Mereka ternyata masih tidur saat bencana itu terjadi, Minggu (12/2) sekitar pukul 06.00 Wib.

Seorang mahasiswa yang terluka dalam peristiwa iru, Dayu Sinambela (18), tersentak dari tidurnya karena dikejutkan suara benturan benda keras. Dia pun merasa kesakitan, karena tubuhnya sudah tertimpa batu dari tembok pemandian Daun Paris Raja Berneh, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Karo.

"Jam enam itu sudah ada yang mulai menimpa kepala saya gitu, tapi karena sudah ada yang kena kepala saya noleh ke samping batu itu semua jatuh ke badan saya," kata Dayu kepada wartawan, Senin (3/12).

Advertisement

Dayu mengaku pasrah tertimpa material reruntuhan tembok dan longsor. Napasnya sesak karena dadanya tertimpa batu.

"Semualah sudah berat gitu akhirnya saya pasrahkan karena napas tinggal satu dua gitu, sudah pasrahlah enggak akan selamat," ceritanya.

Pertolongan tiba sekitar pukul 07.00 Wib. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo. Mendengar suara mereka, Dayu langsung berteriak minta tolong. Dia kemudian dievakuasi ke RSU Amanda, Berastagi. Tim medis masih merawat luka memar di tubuhnya.

Advertisement

Selain Dayu, terdapat 8 korban luka lainnya. Sementara 7 rekan mereka meninggal dunia. Seluruhnya merupakan mahasiswa Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo Natanail Peranginangin mengatakan, sebelum kejadian 53 mahasiswa mengikuti malam keakraban (Makrab) yang digelar Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) Unpri di pemandian air panas Daun Paris Raja Berneh. Setelah kegiatan, mereka beristirahat di dalam pondok-pondok yang ada di sana.

Namun Natanail mengubah pernyataan BPBD sebelumnya. Dia menyatakan, yang terjadi bukan tanah longsor, melainkan runtuhnya bangunan tembok penahan air. Korban tidak dapat menyelamatkan diri saat peristiwa itu terjadi.

"Para korban tertimpa reruntuhan bangunan dan tanah," kata Natanail.

Sementara Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr Chrismis Novalinda beru Ginting dalam siaran persnya menyampaikan duka cita mendalam terkait peristiwa longsor di pemandian air panas di Karo tersebut. Namun, dia mengatakan, kegiatan para mahasiswa itu tanpa sepengetahuan pihak kampus.

"Kami mendapatkan informasi bahwa para mahasiswa ini atas inisiatif mereka sendiri untuk berlibur dan berwisata ke tempat pemandian air panas," ucap Chrismis.

Baca juga:
Longsor di Kukar Akibat Tambang, Warga Sudah Melapor Tapi Tak Direspons
Berikut Identitas Mahasiswa Korban Longsor di Pemandian Air Panas Karo
Tatapan Kosong Rakijan Saat Rumahnya Ambruk Diduga Aktivitas Tambang Kaltim
Longsor di Pemandian Air Panas Karo, 7 Mahasiswa Tewas dan 9 Orang Luka
Ngeri, Begini Kerusakan Akibat Tanah Ambles di Kutai Kartanegara

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.