Kesaksian Korban Selamat Bus Maut di Sumedang: Rem Blong, Tak Bisa Dikendalikan
"Dari Pangandaran menuju pulang ke Sumedang. (Ini rombongan) Study Tour sama ziarah ke Cibiuk sama Pamijahan," terang dia singkat yang saat itu dalam kondisi diperban di bagian kepala, pipi dan tangan.
Bus yang terperosok ke dalam jurang di Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3) malam diduga karena kerusakan pada sistem pengereman. Korban dalam peristiwa tersebut sudah dievakuasi dan tak sedikit dari mereka dinyatakan meninggal dunia.
Bus dengan nopol T 7591 TB itu membawa puluhan penumpang sekolah SMP IT Al Muawanah, Cisalak Subang. Salah seorang korban selama, Hafiz Alfarizi mengatakan rem bus tersebut blong dan tidak bisa dikendalikan saat melintasi wilayah Tanjakan Cae, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi.
"Rem blong. Saya duduk di bagian belakang cuman (posisinya) agak di depan," kata dia usai menerima tindakan medis.
Ia mengatakan rombongan dalam bus tersebut hendak pulang usai mengikuti study tour ke Pangandaran setelah sebelumnya melakukan ziarah di kawasan Cibiuk dan Pamijahak, Kabupaten Tasikmalaya.
"Dari Pangandaran menuju pulang ke Sumedang. (Ini rombongan) Study Tour sama ziarah ke Cibiuk sama Pamijahan," terang dia singkat yang saat itu dalam kondisi diperban di bagian kepala, pipi dan tangan.
Dari Sementara itu, korban kecelakaan tersebut dievakuasi ke Puskesmas Wado. Tim petugas kesehatan memberikan penanganan medis bagi korban yang selamat. Dalam kondisi tersebut pun tak sedikit ambulance yang datang membawa penumpang dalam keadaan meninggal dunia. Semua korban masih dalam pendataan.
Sebelumnya, Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan sudah ada 19 penumpang bus yang dinyatakan meninggal dunia. Namun, jumlah tersebut bisa bertambah.
"Sejauh ini 19 korban sudah dievakuasi ke Puskesmas ya, dalam keadaan meninggal dunia," kata Eko.
(mdk/rhm)