Kesaksian Korban: Lonjakan Massa Terjadi saat Dedi Mulyadi Hadiri Pesta Makan Gratis Pernikahan Anak
Para korban selamat saat ini dirawat di RSUD dr. Slamet Garut, Jawa Barat.
Korban pingsan akibat berdesakan di rangkaian acara pesta pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yakni Maula Akbar dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina menceritakan kronologi kericuhan hajatan tersebut. Korban itu adalah Syifa Fausiah asal Tarogong Kidul.
Syifa saat ini dirawat di RSUD dr. Slamet Garut, Jawa Barat. Keterangan Syifa saat dijenguk kepolisian di RSUD dr. Slamet Garut, insiden berdesak-desakan bermula saat dia dan keluarganya turut mengantre makanan gratis sekitar pukul 14.00 WIB. Kala itu, Syifa mengaku melihat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga berada di lokasi.
Insiden itu menewaskan tiga orang dalam acara digelar di lingkungan Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (18/7) itu. Sementara, lebih dari 25 orang alami sesak, luka, sampai pingsan.
"Pada saat yang bersamaan Gubernur Jawa Barat hadir di lokasi," kata Syifa sebagaimana dikutip dari rilis resmi Polda Jawa Barat, Selasa (22/7).
Kehadiran Dedi Mulyadi itu memicu membludaknya antusiasme warga di sana. Mereka mendekat dan ingin bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi.
"Lonjakan massa yang tidak terkendali menyebabkan kericuhan. Dalam situasi yang penuh desakan itu, Syifa terpisah dari keluarganya dan terjatuh," imbuh keterangan tersebut.
Korban Dievakuasi Petugas Medis
Petugas medis yang sigap segera memberikan pertolongan pertama. Kemudian korban diboyong menuju RSUD dr. Slamet Garut menggunakan ambulans.
Selain Syifa, korban lainnya yang dijenguk Polda Jawa Barat di rumah sakit tersebut adalah Iyah Sadiah, 51 tahun, juga asal Tarogong Kidul. Ia mendapat luka ringan, karena terjatuh di tengah kerumunan massa.
"Saya datang karena ingin ikut memeriahkan acara, ingin lihat langsung Pak KDM. Suasananya meriah sekali, cuma memang terlalu ramai dan saya sempat jatuh. Alhamdulillah sudah ditangani dengan baik, dan saya sangat bersyukur atas perhatian semua pihak," aku Iyah, dikutip dari keterangan resmi Polda Jawa Barat, Selasa (22/7).
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan telah menjenguk langsung baik Syifa maupun Iyah. Ia pun menyampaikan keprihatinannya dan berharap mereka lekas pulih.
"Saya hadir untuk memastikan bahwa Ibu Iyah dan korban lainnya mendapat perawatan terbaik. Kami sangat menghargai partisipasi masyarakat dalam kegiatan seperti ini, dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengamanan serta koordinasi di setiap kegiatan publik," ujar Rudi.
Jumlah Saksi Diperiksa Polisi
Sementara itu, kepolisian juga telah memeriksa sebanyak 10 orang saksi terkait kejadian ini. Mulai dari petugas petugas yang saat itu berada di lokasi hingga petugas medis lainnya.
“Ya, semua, dari semua kalangan ada EO (event organizer), ada Pol PP, ada polisi, ada ambulan, sopir ambulan, dokter, lengkap,” kata Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/7).
Joko mengatakan, pemeriksaan terhadap saksi tersebut dilakukan oleh Polres Garut secara intensif. Mulai saat insiden itu terjadi pada Jumat (18/7) hingga Minggu (20/7). Selanjutnya, kata Joko, kasus ini ditangani oleh Polda Jabar.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, pemeriksaan kecil kemungkinan kepada mempelai. Sebab mereka telah menyerahkan urusan terselenggaranya acara kepada pihak EO.
“Kita masih terus lakukan asistensi terhadap jalannya acara tersebut,” kata dia.
“Tahapan kami adalah penyelidikan awal. Kalau pihak mempelai, ‘kan, sudah menyerahkan kepada EO ya,” ucapnya.