Kesaksian Dian saat bersihkan senjata api untuk pelaku bom Thamrin
Dian adalah orang yang membersihkan senjata yang dipakai Muhammad Ali, salah satu pelaku bom Thamrin. Alasannya, senjata itu kotor.
Terdakwa kasus bom Thamrin, Oman Rochman alias Aman Abdurrahman kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (27/3). Dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Dian Priatna saksi Indra Prasetyo. Dian adalah orang yang membersihkan senjata yang dipakai Muhammad Ali, salah satu pelaku bom Thamrin.
Dian menjelaskan, Oktober 2015 diminta datang ke rumah Muhammad Ali untuk membersihkan senjata api. Senjata api itu didapat dari Iwan Dharmawan Mutho alias Rois salah satu pengikut Aman Abdurrahman.
Saat itu, Ketua Hakim, Akhmat Jaini lantas menanyakan alasan senjata itu dibersihkan.
"Kenapa dibersihkan," tanya Akhmat
"Senjatanya kotor," ucap Dian.
"Kok Kotor," tanya Hakim lagi
"Sepertinya sudah lama tertanam," jawab Dia.
Dian mengaku membersihkan senjata itu menggunakan besi penghilang karat. Diapun sempat mencoba pistol itu. "Masih berfungsi," ujar dia
Hakim pun kembali bertanya "Pada saat membersihkan ada peluru," tanya Hakim.
"Ada dua box masih pada aktif," ungkap Dian.
Dia mengaku awalnya tidak mengetahui senjata api yang dibersihkannya itu digunakan untuk teror bom Thamrin. Menurut dia, saat itu M. Ali hanya memberitahu bahwa akan digunakan untuk pelatihan di Malang. Namun, pada saat pelatihan kenyataan hanya teori saja. Tanpa menggunakan senjata.
"Ada sekitar 20 orang yang ikut. Salah satunya M. Ali," ujar dia.
"Saya sendiri bertugas pemberi materi," dia menambahkan.
Belakangan baru diketahui bahwa senjata digunakan untuk aksi Bom Thamrin. "Dikasih tahu sama Densus," tutup dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Raut terdakwa bom Thamrin dengar kesaksian teroris Samarinda
Terpidana bom gereja di Samarinda belajar merakit bom untuk perang akhir zaman
Terpidana bom gereja di Samarinda akui sepaham dengan Aman Abdurrahman
Saksi sepakat dengan dalang bom Thamrin bahwa sistem demokrasi syirik
Sidang kasus bom Thamrin, terdakwa dakwah via telegram