Kerusuhan di Aceh Singkil dipicu desakan pembongkaran gereja
Pada 1979, umat Nasrani di Aceh Singkil cuma boleh mendirikan 1 gereja dan 4 undung-undung. Kini jumlahnya bertambah.
Pertikaian massa pecah di Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (13/10). Kabarnya, penyebab kerusuhan lantaran sebagian masyarakat menuntut supaya beberapa gereja di daerah itu dibongkar, lantaran dianggap menyalahi aturan.
"Pertikaian antara umat Islam dan Nasrani itu pemicunya pada 1979, ada perjanjian dari kawan kawan Nasrani hanya membangun satu gereja dan empat undung-undung. Belakangan berkembang masyarakat minta Pemkab menertibkan gereja yang tidak berizin," kata Kabag Humas Pemkab Aceh Singkil, Kaldum, saat dihubungi merdeka.com.
Menurut Kaldum, desakan massa itu menguat sejak sepekan lalu. Lantaran langkah Pemkab dianggap lamban, maka masyarakat yang tidak sabar langsung turun ke jalan.
"Karena langkah Pemkab dianggap lambat. Awalnya mereka mau membongkar, tapi enggak direspon. Makanya pecah pertikaian hari ini," ujar Kaldum.
Buntut kerusuhan itu, sebuah gereja di Kecamatan Gunung Meriah dibakar massa. Bahkan, jatuh dua korban tewas dan empat luka-luka.(mdk/ary)