Kereta Api Pertama di Sulsel Belum Lama Beroperasi, Sudah Ada Korban Tewas Ketabrak
Kronologi berawal korban naik sepeda bersama temannya usai pulang dari sawah. Saat hendak menyebrang, dia pun tertabrak kereta api.
Seorang pria bernama Lasudding (53) menjadi korban pertama tertabrak kereta api di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (1/2). Padahal kereta pertama di Sulsel itu belum lama beroperasi. Diduga Lasudding tewas ditabrak karena alami tuna rungu.
Kepala Kepolisian Resor Barru, Ajun Komisaris Besar Dodik Susianto mengungkapkan satu orang warga tewas usai tertabrak kereta api saat melintas di RW 3 Amaro, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulsel. Dodik mengaku korban merupakan difabel tuna rungu.
"Korban ternyata disabilitas. Saat ditabrak korban terlempar dan meninggal dunia di lokasi kejadian," ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/2).
Dodik menceritakan kronologi berawal korban naik sepeda bersama temannya usai pulang dari sawah. Saat hendak menyebrang, dia pun tertabrak kereta api.
"Korban pulang dari sawah. Berdua sama temannya, usia 70 tahun. Masing-masing naik sepeda," ungkapnya.
Akibat kondisi korban difabel tuna rungu, tidak mengetahui ada kereta api melintas. "Saat korban mau nyebrang, tiba-tiba ada kereta api dan tertabrak. Dia tidak dengar, karena tuli," sambungnya.
Saat ini, korban telah dibawa ke rumah duka. Dodik mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat berada di lintasan kereta api.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni'matullah Erbe mengaku sudah mendapatkan infomasi adanya warga Kabupaten Barru akibat tertabrak kereta api. Politisi Partai Demokrat ini juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.
"Pertama, kita ikut berduka atas musibah tersebut dan berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi," sebutnya.
Dirinya pun meminta kepada PT KAI untuk menugaskan petugas untuk mengawasi jalur dan rel. Diharapkan dengan adanya petugas tersebut, bisa meminimalkan kejadian serupa.
"Saya meminta pihak PT KAI menugaskan khusus staf atau pegawai yang bertugas mengawasi jalur dan rel, sehingga kecelakaan bisa diminimalkan," ucapnya.
(mdk/eko)