LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Keraton Yogyakarta inventarisasi masjid dan petilasan di luar DIY

KPH Yuda Hadiningrat, menyebutkan bahwa sampai saat ini terdapat 40 masjid yang termasuk milik Sultan HB X.

2016-07-05 20:01:00
Keraton Yogyakarta
Advertisement

Wakil Pengageng Tepas Tondo Yekti, KPH Yuda Hadiningrat, mengatakan bahwa Keraton Yogyakarta telah melakukan inventarisasi bangunan Petilasan dan Masjid yang berada dalam wilayah kekuasaan Keraton. Wilayah kekuasaan yang dimaksud mengacu dalam kekuasaan Keraton sebelum adanya perjanjian Giyanti pada Febuari 1755.

"Aset itu bukan hanya ada di DIY. Ada 13 wilayah yang menjadi cakupan Keraton Ngayogyokarta Hadiningrat, yaitu Madiun, Magetan, Caruban, Pacitan, Kertosono, Kalangbret, Ngawen, Selo, Kuwu, Grobokan, Bojonegoro, Tulung Agung, dan Mojokerto," ujar KPH Yuda Hadiningrat saat jumpa pers, di Keraton Kilen Yogyakarta, Selasa (5/7).

KPH Yuda Hadiningrat, menyebutkan bahwa sampai saat ini terdapat 40 masjid yang termasuk milik Sultan HB X. Pihak Pengageng Tepas Tondo Yekti selanjutnya akan memasang patok yang berisi pernyataan bahwa bangunan tersebut milik Keraton Yogyakarta.

"Yang terdata itu ada 40 masjid milik Kagungan Ndalem. Kita akan memasang patok-patok bertuliskan bangunan milik Keraton Yogyakarta atau milik Mataram Kota Gede," ujar KPH Yuda Hadiningrat.

Menurutnya, bangunan petilasan dan masjid yang tersebar di beberapa wilayah tersebut hingga kini masih dijaga oleh abdi dalem. Ada sekitar 300 abdi dalem yang tersebar di wilayah tersebut. "Sampai sekarang ini masih ada abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang bertugas di wilayah-wilayah itu".

Beberapa contoh bangunan petilasan tersebut antara lain masjid Patok Negoro dan petilasan semedi yang ada di Wonogiri. "Misalkan seperti di Gilang Harjo yang dulu untuk semedinya Panembahan Senopati. Terus ada pula di Wonogiri yang dulu tempat semedi baik Panembahan Senopati, Sultan Agung, Sultan Hamengkubuwono yang pertama. Di sana ada batu yang bentuknya mirip payung."

Ketua Pengageng Tepas Tondo Yekti, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, mengatakan inventarisasi bangunan petilasan dan masjid itu berfungsi untuk menggali sejarah. Putri dari Sultan HB X itu menjelaskan kedepannya informasi akan sejarah tersebut akan dikumpulkan dan dipublikasi ke masyarakat umum.

"Tujuannya mengumpulkan dan menyusun informasi dari petilasan dan masjid yang ada di wilayah Keraton tadi. Masjid-masjid dan petilasan itukan memiliki sejarah panjang," ujar Gusti Kanjeng Ratu Hayu.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.