LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kerap dihalang saat cari informasi, wartawan demo Dinkes Gunungkidul

Kerap dihalang saat cari informasi, wartawan demo Dinkes Gunungkidul. "Dinkes harusnya membuka diri dalam memberikan informasi ke jurnalis. Jurnalis bekerja itu dijamin oleh undang-undang. Jadi jangan persulit kerja jurnalis," papar Markus.

2017-03-24 18:27:54
Demo
Advertisement

Belasan wartawan dari berbagai media lokal maupun nasional di Gunungkidul melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Jumat (24/3). Aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena sulitnya mencari informasi di Dinkes Gunungkidul.

Para pewarta yang tergabung dalam Forum Wisanggeni ini memulai aksinya dengan menggelar longmarch dari ruang media center Pemkab Gunungkidul menuju Kantor Dinkes. Setibanya di depan kantor Dinkes Gunungkidul para wartawan ini pun menggelar orasi secara bergiliran. Orasi para wartawan ini berisikan tentang sindiran kepada Dinkes Gunungkidul yang tidak memberikan akses terhadap keterbukaan informasi publik.

Gunawan, salah seorang wartawan, mengatakan bahwa sebagai pewarta dirinya sering dibuat jengkel karena susahnya mendapatkan akses informasi di Dinkes Gunungkidul. Susahnya mendapatkan informasi, lanjut Gunawan, tak hanya dirasakan oleh dirinya, namun juga dirasakan oleh wartawan lainnya di Gunungkidul.

"Mau wawancara harus mendaftar dan mengisi beberapa lembar dokumen dulu. Setelah itu harus menunggu lama sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan wawancara. Kami juga harus menyampaikan daftar pertanyaan dan di luar daftar pertanyaan tidak akan dilayani," jelas Gunawan.

Gunawan berharap agar praktik pembodohan mengatasnamakan birokrasi dan prosedur aturan ini bisa diubah. Jangan sampai, lanjut Gunawan, Dinkes yang seharusnya mau memberikan informasi justru menghalangi para jurnalis untuk memeroleh informasi.

Sedangkan menurut Markus Yuwono, seorang pewarta yang bertugas di wilayah Gunungkidul, mengaku beberapa kali mengalami kesulitan saat sedang mencari informasi di Dinkes Gunungkidul. Susahnya mencari informasi di Dinkes Gunungkidul dianggap Markus membuat informasi yang seharusnya bisa diakses oleh pewarta dan nantinya akan diwartakan ke masyarakat menjadi tak komplit isinya.

"Dinkes harusnya membuka diri dalam memberikan informasi ke jurnalis. Jurnalis bekerja itu dijamin oleh undang-undang. Jadi jangan persulit kerja jurnalis," papar Markus.

Selain melakukan longmarch dan orasi, belasan wartawan ini juga meletakkan kartu pers dan alat kerja mereka di depan Dinkes Gunungkidul sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan birokrasi yang menyebabkan sulit dan berbelitnya proses mendapatkan informasi.

Aksi belasan wartawan ini pun langsung direspon oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi. Immawan pun langsung datang ke Dinkes Gunungkidul dan berorasi menjawab tuntutan dari para wartawan ini.

"Kami berjanji akan memerbaiki kinerja birokrasi di Gunungkidul. Kami berjanji semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan kami benahi untuk kemudahan akses informasi. Bagaimanapaun Dinkes dan Dinas lainnya harus menganggap jurnalis mitra dan harus terbuka untuk akses infromasi. Semua demi perkembangan pembangunan di Gunungkidul," tegas Immawan.

Usai menjawab orasi dari para wartawan, Immawan pun kemudian langsung mengambil satu persatu kartu pers yang sebelumnya diletakkan oleh para wartawan. Kartu pers itu kemudian dikalungkan Immawan ke pemiliknya masing-masing.(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.