LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kerap ambil penumpang di Undip, ojek online diprotes sopir angkot

Kerap ambil penumpang di Undip, ojek online diprotes sopir angkot. Para sopir angkot tersebut bahkan turun ke jalanan serta menggelar aksi unjuk rasa alias demo di Gerbang Kampus Undip Tembalang, tepatnya di Kawasan Patung Kuda, Tembalang, Kota Semarang, Kamis (24/8).

2017-08-24 20:12:24
Angkot vs transportasi online
Advertisement

Belasan sopir angkutan kota (angkot) jurusan Ngesrep-Undip-Tembalang Kota Semarang, Jateng, memprotes tindakan para pengemudi ojek online yang kerap mangkal di wilayahnya. Mereka tak terima trayeknya diserobot pengojek online sehingga membuat pendapatannya menurun drastis.

Para sopir angkot tersebut bahkan turun ke jalanan serta menggelar aksi unjuk rasa alias demo di Gerbang Kampus Undip Tembalang, tepatnya di Kawasan Patung Kuda, Tembalang, Kota Semarang, Kamis (24/8).

Secara bersama-sama sopir angkutan manual itu memarkirkan mobilnya di tepi jalan masuk Undip kemudian membawa spanduk bernada protes terhadap operasional pengemudi online GO-JEK dan Grab.

"Kami tidak terima kalau mereka (ojek online) terus-menerus menyerobot penumpang di dalam Kampus Undip ini. Akibat ulah mereka, pendapatan kami jadi berkurang banyak sekali," tegas Bintoro, seorang sopir angkot jurusan Ngesrep-Undip-Tembalang PP saat mengerahkan rekan-rekannya.

Bintoro mengaku sudah berulang kali telah melayangkan peringatan keras kepada para pengojek online. Namun, para pengojek online kerap melanggar kesepakatan antara kedua belah pihak.

Saat beroperasi tiap hari, pengojek online kerap ngetem sembarangan di sejumlah fakultas yang ada di Kawasan Kampus Undip Kota Semarang. Selain mengurangi pendapatannya, aksi pengojek online itu juga membuat banyak mahasiswa beralih naik ojek online.

"Banyak sekali driver GO-JEK, Grab yang sembarangan menaikan penumpang. Kan kita sepakat agar jangan masuk kampus. Tetapi mereka seenaknya nyelonong masuk fakultas, ngetem di sana, jelas itu membuat kita kehilangan penumpang," tandasnya.

Bintoro mengaku saat ini mengalami penurunan pendapatan sampai 70 persen. Tiap hari ia yang bermodalkan uang bensin Rp 50 ribu, hanya mendapat penghasilan dibawah Rp 100 ribu.

Menanggapi kisruh tersebut, Kepada Humas Undip Kota Semarang, Nuswantoro menyatakan sampai saat ini belum adanya aturan baku soal operasional angkutan umum memang menimbulkan polemik tersendiri.

Meski begitu, Nuswantoro menegaskan bakal menyiapkan kajian lengkap untuk mengatur operasional angkutan umum di wilayahnya. Aturan tersebut disiapkan untuk menindak pengemudi GO-JEK dan Grab yang sembarangan mangkal di tiap fakultas Undip Kota Semarang.

"Akan kita kaji soal dampak kemacetan lalu lintas yang ditimbulkan dengan adanya GO-JEK yang ngetem di sini. Yang jelas, kita sudah pernah mengeluarkan surat edaran untuk mengimbau GO-JEK supaya tidak ngetem di dalam kampus," bebernya.

Nuswantoro meminta kepada semua pengemudi GO-JEK agar mentaati imbauan tersebut. Ia tak ingin keberadaan GO-JEK justru menimbulkan kemacetan sehingga mengganggu ketertiban lingkungan di Kawasan Kampus Undip Kota Semarang.

"Sebaiknya tidak sembarangan parkir di Undip. Karena kan jumlah kendaraan mahasiswa dan dosen sangat banyak. Pasti juga menimbulkan dampak lalu lintas," pungkasnya.

Baca juga:
Demo driver online sindir sopir konvensional: Jangan Gaptek, beli HP dan jual angkot
Mogok sopir angkot di Palembang ricuh, mobil diduga taksi online dirusak massa
Dishub Jabar minta pengusaha taksi online tak rekrut driver baru
Dishub Jabar segera tentukan kuota taksi online
Jabar belum tentukan tarif angkutan online, ini alasannya
Aksi mogok angkot di Surabaya diwarnai sweeping angkutan online
Februari 2018, angkot Indonesia wajib sudah gunakan AC

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.